LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Barisan perwira pembina (Babinsa) di sejumlah kecamatan baru saja menyelesaikan program bimbingan teknis (bimtek) selama dua minggu yang dipersiapkan untuk mengisi posisi mandor pada proyek Kopdes Merah Putih. Program ini ditujukan untuk meningkatkan peran militer dalam pembangunan infrastruktur desa, seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya.
Pelatihan mencakup materi manajemen proyek, standar teknik sipil, serta prosedur pengawasan lapangan. Selama dua minggu, peserta dibekali dengan modul teori, simulasi, dan kunjungan ke proyek‑proyek yang telah selesai.
Namun, sejumlah pengamat menilai bahwa durasi dua minggu belum cukup untuk menguasai kompetensi teknis yang dibutuhkan. Menurut Dr. Ahmad Rizal, pakar kebijakan pertahanan, “Penguasaan teknik sipil memerlukan pengalaman praktis yang tidak dapat digantikan hanya oleh pelatihan singkat. Risiko kesalahan perencanaan dan pelaksanaan meningkat bila mandor tidak memiliki latar belakang teknis yang memadai.”
Berikut beberapa poin kritis yang diangkat oleh para pengamat:
- Kurangnya pengalaman lapangan dapat menurunkan kualitas hasil kerja.
- Penugasan mandor tanpa sertifikasi teknis dapat menimbulkan masalah hukum dan keselamatan.
- Penekanan pada kecepatan pelaksanaan dapat mengorbankan standar kualitas.
Untuk meminimalkan risiko, para pakar menyarankan langkah‑langkah berikut:
- Penambahan modul pelatihan lanjutan yang melibatkan praktek langsung di lokasi proyek.
- Kolaborasi dengan tenaga ahli sipil atau lembaga pendidikan teknis untuk pendampingan.
- Penerapan sistem evaluasi berkala terhadap kinerja mandor.
Meski demikian, Kementerian Pertahanan tetap menegaskan komitmen untuk memperluas peran Babinsa dalam pembangunan desa. Pemerintah berharap, dengan dukungan pelatihan yang terus ditingkatkan, Babinsa dapat menjadi jembatan efektif antara kebutuhan militer dan aspirasi masyarakat.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet