Wacana Penghapusan Prodi Tertentu, Warek Paramadina: Tidak Semua Jalurnya ke Industri

LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Baru-baru ini muncul perbincangan mengenai rencana penghapusan beberapa program studi (prodi) di perguruan tinggi. Menurut Wakil Rektor (Warek) Universitas Paramadina, langkah tersebut belum tepat karena tidak semua prodi memiliki tujuan utama untuk menyiapkan lulusan langsung ke dunia industri.

Warek Paramadina menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab ganda: selain menghasilkan tenaga kerja yang siap pakai, institusi pendidikan juga harus menjadi pusat riset, pengembangan ilmu, dan pemelihara nilai-nilai kebudayaan. Oleh karena itu, menilai sebuah prodi semata‑mata dari keterkaitannya dengan sektor industri dapat mengabaikan kontribusi penting lainnya.

  • Keseimbangan antara akademik dan aplikasi industri – Prodi yang berfokus pada ilmu dasar, seperti fisika teoritis atau filsafat, memang tidak menghasilkan lulusan yang langsung ditempatkan di pabrik, namun peranannya dalam pengembangan pengetahuan sangat krusial.
  • Dampak sosial‑ekonomiPenghapusan prodi dapat menurunkan peluang studi bagi mahasiswa yang berasal dari latar belakang kurang mampu, terutama jika prodi tersebut menjadi satu‑satunya pilihan di wilayah tertentu.
  • Keberlanjutan riset – Banyak program studi yang menjadi basis penelitian dan inovasi jangka panjang, yang pada gilirannya dapat menciptakan industri baru di masa depan.

Selain itu, Warek menambahkan bahwa evaluasi prodi sebaiknya dilakukan secara komprehensif, meliputi indikator kualitas pengajaran, output riset, relevansi kurikulum, serta kepuasan pemangku kepentingan seperti alumni dan dunia usaha.

Berikut contoh kerangka evaluasi yang diusulkan:

Aspek Indikator
Kualitas Pengajaran Rasio dosen‑mahasiswa, akreditasi, hasil survei kepuasan mahasiswa
Output Riset Jumlah publikasi, paten, kolaborasi industri
Relevansi Kurikulum Keselarasan dengan kebutuhan pasar kerja, fleksibilitas mata kuliah
Kepuasan Stakeholder Feedback alumni, kebutuhan perusahaan, kontribusi pada masyarakat

Dengan pendekatan yang lebih holistik, diharapkan kebijakan pendidikan dapat mendukung keberagaman program studi tanpa mengorbankan kualitas atau relevansi sosial. Sebagai penutup, Warek Paramadina mengajak semua pihak – pemerintah, institusi pendidikan, dan dunia industri – untuk berdialog secara konstruktif demi menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.