LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa, 5 Mei, menyatakan bahwa Iran sedang melakukan “permainan taktik” dalam negosiasi terkait program nuklirnya, namun menegaskan bahwa Tehran tetap menginginkan tercapainya sebuah perjanjian damai. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang terus berlanjut antara Washington dan Tehran setelah penarikan Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) pada tahun 2018.
Trump menyoroti beberapa langkah yang ia anggap sebagai taktik Iran, antara lain penundaan dalam memberikan dokumen inspeksi, peningkatan retorika anti‑AS, serta upaya memperkuat aliansi regional dengan kelompok‑kelompok yang bersikap anti‑amerika. Meski demikian, sang presiden menegaskan bahwa pihak Iran tidak menolak dialog, melainkan memilih strategi yang bertujuan memperoleh keuntungan maksimal dalam setiap putaran pembicaraan.
Berikut rangkuman poin utama yang disampaikan Trump:
- Iran dianggap menggunakan tekanan politik untuk memaksa Amerika kembali ke meja perundingan.
- Pemerintah AS siap menanggapi dengan tekanan ekonomi tambahan bila Iran tidak menunjukkan itikad baik.
- Kesepakatan damai tetap menjadi tujuan utama, asalkan Iran mematuhi inspeksi dan menghentikan pelanggaran terhadap perjanjian sebelumnya.
Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Trump menambah dinamika pada upaya diplomatik yang melibatkan negara‑negara Eropa, yang masih berusaha menyelamatkan JCPOA. Sementara itu, Iran menegaskan kembali haknya untuk melindungi kedaulatan nasional dan menolak sanksi yang dianggap tidak adil.
Para pengamat menilai bahwa retorika “taktik” ini dapat menjadi sinyal bagi Washington untuk memperkuat posisi tawar dalam negosiasi, sekaligus memberi peringatan kepada sekutu‑sekutu regional bahwa Iran tetap berpotensi menjadi pemain kunci dalam keamanan Timur Tengah.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet