LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Dalam rapat khusus bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan gambaran terbaru mengenai ketahanan pangan negara. Ia menekankan bahwa stok beras nasional telah mencapai level yang cukup untuk mendukung kebutuhan domestik hingga akhir tahun, sekaligus menyoroti peningkatan ekspor pupuk ke empat negara tujuan.
Di sisi lain, Minister Amran menyoroti keberhasilan program ekspor pupuk pertanian yang kini telah merambah empat negara di Asia Tenggara dan Timur Tengah. Berikut adalah rincian utama:
- Bangladesh: 120.000 ton pupuk urea
- Filipina: 95.000 ton pupuk NPK
- Arab Saudi: 80.000 ton pupuk fosfat
- Uni Emirat Arab: 65.000 ton pupuk organik cair
Ekspor ini tidak hanya meningkatkan pendapatan devisa, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok pupuk berkualitas di pasar internasional. Total nilai ekspor pupuk pada tahun 2024 diproyeksikan mencapai US$ 210 juta, meningkat 12% dibandingkan tahun sebelumnya.
Menteri menegaskan bahwa kebijakan penjaminan harga beras serta dukungan subsidi pupuk tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Ia menambah bahwa Kementerian Pertanian terus memantau fluktuasi harga komoditas global dan siap menyesuaikan strategi penyediaan stok bila diperlukan.
Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas capaian tersebut dan menekankan pentingnya sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, serta pelaku usaha dalam menjaga stabilitas pangan dan memperluas pasar ekspor. Ia juga meminta agar langkah‑langkah tersebut terus dipertahankan guna menjamin keamanan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet