LintasWarganet.com – 05 Mei 2026 | Andi Gani Nena Wea, presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), memberikan penjelasan resmi terkait kecaman beberapa buruh terhadap program MBG yang baru-baru ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Program MBG, yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui bantuan langsung dan pelatihan keterampilan, menuai tanggapan negatif karena dianggap tidak relevan bagi pekerja yang berstatus lajang. Sebagian besar buruh yang menolak program tersebut menyatakan bahwa manfaat yang dijanjikan tidak sesuai dengan kebutuhan mereka yang tidak memiliki tanggungan keluarga.
Dalam klarifikasinya, Nena Wea menjelaskan bahwa program MBG memang mengutamakan kelompok pekerja dengan tanggungan keluarga, seperti pasangan yang memiliki anak atau orang tua yang bergantung pada penghasilan. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa tidak ada diskriminasi, melainkan penyesuaian kebijakan yang bertujuan memaksimalkan efektivitas alokasi sumber daya.
- Target utama MBG: pekerja dengan tanggungan keluarga.
- Fasilitas yang ditawarkan: bantuan uang tunai, program pelatihan, dan akses layanan kesehatan.
- Kelompok yang kurang terlayani: pekerja lajang tanpa beban keluarga.
KSPSI berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah untuk meninjau kembali kriteria kelayakan agar lebih inklusif. Nena Wea menambahkan bahwa serikat pekerja akan mengajukan usulan penyesuaian program sehingga pekerja lajang juga dapat memperoleh manfaat yang setara.
Sejauh ini, Presiden Prabowo belum memberikan pernyataan lanjutan mengenai permintaan revisi tersebut. Namun, pihak pemerintah menyatakan komitmen untuk terus mendengarkan masukan dari serikat pekerja demi tercapainya kebijakan ketenagakerjaan yang adil dan merata.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet