LintasWarganet.com – 05 Mei 2026 | Brand sepatu lokal Stradenine resmi menegaskan bahwa mereka tidak memiliki kaitan dengan proyek pengadaan sepatu senilai Rp 700 ribu per pasang yang ditujukan untuk siswa Sekolah Rakyat (SR) di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensom). Pernyataan tersebut disampaikan setelah muncul laporan yang menyebutkan nama Stradenine sebagai salah satu vendor dalam proses tersebut.
Berikut poin‑poin utama yang disampaikan oleh perwakilan Stradenine:
- Stradenine tidak menerima permintaan penawaran atau kontrak apapun dari Kemensos terkait program pengadaan sepatu untuk SR.
- Perusahaan tidak memiliki catatan transaksi atau faktur yang berkaitan dengan program tersebut.
- Jika ada pihak yang mengatasnamakan Stradenine dalam proses pengadaan, hal itu merupakan tindakan yang tidak sah dan dapat dianggap sebagai penyalahgunaan merek.
Kementerian Sosial sendiri belum memberikan klarifikasi resmi mengenai asal usul penyebutan nama Stradenine dalam dokumen atau media terkait. Namun, Kemensos menegaskan komitmen untuk menyediakan perlengkapan belajar yang layak bagi siswa SR, termasuk sepatu dengan standar kualitas tertentu.
Reaksi publik terbagi. Sebagian mengkritik kurangnya transparansi dalam proses pengadaan, sementara yang lain menilai bahwa tuduhan terhadap Stradenima dapat merusak reputasi brand lokal yang sedang naik daun. Pihak industri sepatu dalam negeri menekankan pentingnya prosedur verifikasi yang ketat agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa di masa depan.
Kasus ini menyoroti tantangan dalam mengelola program bantuan sosial secara akuntabel, terutama ketika melibatkan produsen lokal. Ke depannya, diharapkan ada mekanisme audit yang lebih jelas dan komunikasi yang lebih terbuka antara kementerian, vendor, serta masyarakat.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet