LintasWarganet.com – 04 Mei 2026 | Korea Utara secara tegas menolak tuduhan yang dilontarkan Amerika Serikat mengenai keterlibatan negara tersebut dalam serangkaian ancaman siber terhadap jaringan digital di luar negeri. Pihak Pyongyang menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar dan merupakan upaya politik untuk memperburuk citra internasionalnya.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan melalui kantor berita resmi negara tersebut, juru bicara pemerintah menolak segala bentuk keterlibatan Pyongyang dalam aktivitas siber yang merugikan kepentingan Amerika Serikat maupun sekutunya. Pernyataan itu menyoroti bahwa tidak ada bukti konkret yang mengaitkan pemerintah Korea Utara dengan serangan siber yang disebutkan.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan oleh pemerintah Korea Utara:
- Penolakan total atas segala tuduhan bahwa Korea Utara terlibat dalam operasi siber yang menargetkan institusi atau perusahaan Amerika Serikat.
- Penyataan bahwa tuduhan tersebut bertujuan untuk menjustifikasi kebijakan sanksi ekonomi yang semakin menekan ekonomi Pyongyang.
- Permintaan agar negara-negara lain tidak terpengaruh oleh narasi yang dianggap provokatif dan tidak berdasar.
Pihak Washington sebelumnya menyatakan bahwa aktivitas siber yang menargetkan infrastruktur kritis, lembaga keuangan, serta perusahaan teknologi telah dikaitkan dengan kelompok peretas yang diyakini berafiliasi dengan rezim Pyongyang. Namun, tidak ada bukti forensik publik yang secara eksplisit mengidentifikasi pihak Korea Utara sebagai otak di balik serangan tersebut.
Hubungan antara kedua negara memang telah lama tegang, terutama dalam bidang militer dan keamanan siber. Amerika Serikat secara rutin menuduh Pyongyang melakukan aksi siber sebagai bagian dari strategi asimetris untuk menekan lawan politiknya. Sementara itu, Pyongyang menegaskan bahwa negara tersebut fokus pada pengembangan pertahanan konvensional dan tidak terlibat dalam perang siber.
Para analis internasional menilai bahwa perseteruan ini mencerminkan dinamika geopolitik yang kompleks, di mana tuduhan siber menjadi salah satu arena baru dalam persaingan kekuatan global. Mereka menambahkan bahwa tanpa bukti yang dapat diverifikasi secara independen, tuduhan semacam ini dapat memperparah ketegangan tanpa menghasilkan solusi konkret.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet