Iran Klaim AS Sudah Kirim Tanggapan atas Proposal Perdamaian 14 Poin Lewat Pakistan

LintasWarganet.com – 04 Mei 2026 | Teheran mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menyalurkan jawaban resmi terhadap usulan perdamaian berjumlah 14 poin yang diajukan Iran, melalui perantara Pakistan. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan berkelanjutan antara kedua negara sejak berakhirnya Perjanjian Inti (JCPOA) pada 2018.

Proposal 14 poin Iran mencakup sejumlah langkah yang ditujukan untuk mengembalikan hubungan diplomatik, mencabut sanksi ekonomi, serta mengatur kembali program nuklir Iran dengan pengawasan internasional. Poin-poin utama meliputi:

  • Penghapusan total sanksi ekonomi AS dan sekutunya.
  • Pembukaan kembali jalur komunikasi diplomatik antara Washington dan Teheran.
  • Penjaminan hak Iran atas penggunaan energi nuklir damai di bawah pengawasan IAEA.
  • Pengembalian dana yang diblokir selama masa sanksi.
  • Komitmen terhadap tidak mengintervensi urusan dalam negeri masing‑masing.

Reaksi Tehran terhadap balasan tersebut bersifat positif, namun tetap menuntut klarifikasi lebih lanjut mengenai detail teknis dan jadwal implementasi. Menteri Luar Negeri Iran menekankan bahwa Iran siap melanjutkan negosiasi asalkan Amerika memberikan komitmen yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, pihak Washington belum secara resmi mengkonfirmasi isi tanggapan tersebut, meski pejabat senior Departemen Luar Negeri mengindikasikan adanya “niat baik” untuk membuka dialog kembali. Pihak AS juga menyatakan akan meninjau kembali sanksi secara bertahap, tergantung pada langkah konkret yang diambil Iran.

Analisis pakar hubungan internasional menilai bahwa langkah ini dapat menjadi titik balik dalam hubungan Iran‑AS, terutama jika kedua belah pihak dapat menemukan titik temu dalam isu-isu sensitif seperti program nuklir dan hak sanksi. Namun, tantangan utama tetap pada kepercayaan yang telah lama terkikis dan tekanan internal masing‑masing negara.

Ke depan, pertemuan lanjutan diperkirakan akan dijadwalkan dalam beberapa minggu ke depan, dengan Pakistan tetap berperan sebagai fasilitator. Semua pihak berharap proses diplomatik ini dapat mengurangi ketegangan di kawasan Timur Tengah dan membuka peluang bagi stabilitas regional.