Harga Pupuk Dunia Naik 40 Persen, Presiden Prabowo Turunkan 20 Persen untuk Petani

LintasWarganet.com – 03 Mei 2026 | Pasar pupuk internasional mengalami lonjakan tajam, dengan harga rata‑rata naik lebih dari 40 % pada kuartal pertama tahun ini. Kenaikan ini dipicu oleh gangguan rantai pasokan global, keterbatasan bahan baku nitrogen, serta ketegangan geopolitik yang mempersempit ekspor dari produsen utama.

Lonjakan harga tersebut menimbulkan tekanan berat bagi petani Indonesia, yang mengandalkan pupuk beras, urea, dan NPK untuk meningkatkan produktivitas lahan. Kenaikan biaya input berpotensi menurunkan margin keuntungan petani dan mengancam ketahanan pangan nasional.

Menanggapi situasi tersebut, pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kebijakan penurunan harga pupuk untuk petani sebesar 20 % melalui skema subsidi langsung dan pengurangan pajak pertambahan nilai. Langkah ini mencakup:

  • Pembebasan bea masuk untuk bahan baku pupuk impor selama enam bulan ke depan.
  • Subsidi harga jual pupuk urea, NPK, dan pupuk organik bagi petani kecil.
  • Penyesuaian tarif PPN dari 10 % menjadi 5 % pada produk pupuk yang dijual di pasar domestik.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap beban biaya produksi petani dapat ditekan, sehingga harga pangan tetap terjaga dan produksi pertanian tidak terhambat. Analisis awal memperkirakan penurunan harga pupuk akan menambah sekitar 5‑7 % produktivitas padi dan jagung pada musim tanam berikutnya.

Namun, para pengamat ekonomi mengingatkan bahwa kebijakan subsidi harus diimbangi dengan upaya jangka panjang, seperti investasi pada pabrik pupuk dalam negeri dan diversifikasi sumber bahan baku, agar ketergantungan pada pasar global dapat berkurang.