LintasWarganet.com – 03 Mei 2026 | Jawa Pos melaporkan bahwa Esha Tegar Putra, penulis dan aktivis media, memberikan tanggapan keras terhadap maklumat yang dikeluarkan oleh DKJ terkait alasan mereka memuat tulisan penasihat Little Aresha. DKJ sebelumnya menyatakan bahwa penerbitan artikel tersebut didasari pertimbangan editorial dan kepentingan publik.
Esha menilai sikap DKJ tidak hanya bermasalah, tetapi juga salah kaprah. Menurutnya, alasan yang dikemukakan DKJ tidak menyentuh inti permasalahan yang melibatkan daycare Little Aresha, melainkan menutup-nutupi fakta penting yang dapat memengaruhi persepsi masyarakat.
Berikut poin‑poin utama yang disorot oleh Esha:
- Kurangnya transparansi: DKJ tidak mengungkapkan proses verifikasi data yang mendasari publikasi tulisan penasihat, sehingga menimbulkan keraguan tentang keakuratan informasi.
- Pengabaian konteks: Penekanan pada “kepentingan publik” dianggap mengabaikan konteks spesifik kasus daycare, termasuk isu keselamatan dan kualitas layanan yang menjadi sorotan utama orang tua.
- Potensi bias: Esha menuding adanya kemungkinan bias editorial yang menguntungkan pihak tertentu, sehingga menurunkan kredibilitas DKJ di mata publik.
- Respons yang tidak memadai: DKJ tidak menyediakan ruang bagi pihak yang terkait, termasuk pihak Little Aresha, untuk memberikan klarifikasi atau komentar tambahan.
Esha menutup dengan menegaskan pentingnya media untuk memprioritaskan kejujuran, verifikasi fakta, dan ruang dialog terbuka. Ia mengajak DKJ serta outlet media lainnya untuk meninjau kembali standar etika jurnalistik demi melindungi hak publik atas informasi yang akurat dan berimbang.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet