Orang Tua Perlu Proaktif dalam Mendampingi Anak di Era Digital

LintasWarganet.com – 03 Mei 2026 | Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, anak-anak kini tumbuh dalam lingkungan yang penuh dengan perangkat digital. Internet, media sosial, serta aplikasi hiburan menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas harian mereka. Kondisi ini menuntut orang tua untuk tidak hanya menjadi pengamat pasif, melainkan menjadi pendamping aktif yang memahami dampak positif dan negatif dunia maya.

Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Gisella Tani Pratiwi, menekankan pentingnya peran proaktif orang tua dalam mengawasi dan membimbing penggunaan teknologi oleh anak. Menurutnya, keterlibatan orang tua dapat mencegah risiko kecanduan, paparan konten tidak pantas, serta mengurangi potensi gangguan mental seperti kecemasan atau depresi yang sering kali dipicu oleh interaksi online yang tidak sehat.

Berikut beberapa langkah konkret yang dapat diterapkan oleh orang tua:

  • Bangun komunikasi terbuka: Ajak anak berbicara tentang apa yang mereka lihat dan lakukan di internet tanpa menghakimi. Dengan begitu, anak akan merasa nyaman melaporkan hal yang mengganggu.
  • Tetapkan batasan waktu: Gunakan fitur kontrol orang tua pada perangkat untuk mengatur durasi penggunaan aplikasi dan game. Jadwalkan waktu bebas gadget, misalnya saat makan bersama atau sebelum tidur.
  • Pilih konten bersama: Saring aplikasi dan situs yang sesuai dengan usia serta nilai keluarga. Ajak anak menonton atau bermain bersama untuk memastikan konten yang dikonsumsi bersifat edukatif.
  • Ajarkan literasi digital: Berikan pengetahuan tentang keamanan data, cara mengenali hoaks, serta pentingnya privasi daring. Pendidikan ini memperkuat kemampuan anak untuk membuat keputusan bijak secara mandiri.
  • Jadilah contoh: Tunjukkan kebiasaan digital yang sehat, seperti menonaktifkan notifikasi saat bersama keluarga atau tidak menggunakan ponsel saat berbicara dengan orang lain.

Gisella menambahkan bahwa peran psikolog tidak hanya terbatas pada penanganan masalah yang sudah muncul, melainkan juga pada pencegahan melalui edukasi orang tua. Konsultasi rutin dapat membantu mengidentifikasi tanda-tanda stres atau perilaku berisiko sejak dini.

Dengan pendekatan yang proaktif, orang tua dapat memanfaatkan teknologi sebagai alat pembelajaran yang memperkaya, bukan mengancam perkembangan emosional dan sosial anak. Keseimbangan antara kebebasan digital dan pengawasan yang bijaksana menjadi kunci untuk menyiapkan generasi yang cerdas, kritis, dan aman di era digital.