Pesan Prabowo untuk Perusahaan yang Menyerah di Tengah Krisis Global, Negara Ambil Alih

LintasWarganet.com – 02 Mei 2026 | Dalam sebuah pernyataan yang menegaskan posisi pemerintah terhadap dinamika ekonomi dunia, Prabowo Subianto mengingatkan para pelaku usaha bahwa menyerah di tengah tekanan global bukanlah pilihan yang dapat diterima. Ia menekankan bahwa negara siap mengambil alih perusahaan yang terancam gulung tikar demi menjaga stabilitas ekonomi nasional dan melindungi hak-hak pekerja.

Pernyataan tersebut disampaikan pada sebuah forum bisnis yang dihadiri oleh para pengusaha, akademisi, dan perwakilan serikat buruh. Berikut beberapa poin utama yang disorot:

  • Intervensi negara: Pemerintah akan melakukan intervensi langsung bila sebuah perusahaan tidak mampu mempertahankan operasionalnya dan mengancam lapangan kerja masif.
  • Perlindungan buruh: Jika perusahaan harus ditutup atau diambil alih, pemerintah berkomitmen untuk menjamin tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) yang merugikan pekerja.
  • Fokus pada restrukturisasi: Alih daya, penggabungan usaha, atau restrukturisasi kepemilikan menjadi opsi pertama sebelum mempertimbangkan nasionalisasi.
  • Penegakan regulasi: Pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap praktik manajemen yang mengabaikan kepentingan nasional dan kesejahteraan tenaga kerja.

Prabowo menambahkan bahwa krisis ekonomi global yang sedang berlangsung menuntut kebijakan yang proaktif dan berani. Ia menyoroti bahwa perusahaan harus mampu beradaptasi, meningkatkan efisiensi, dan berinovasi agar tidak terjebak dalam lingkaran kegagalan.

Selanjutnya, pemerintah akan menyiapkan mekanisme khusus untuk mengidentifikasi perusahaan yang berada pada ambang kegagalan, termasuk audit keuangan dan evaluasi kontribusi sosial‑ekonomi. Bila diperlukan, aset-aset strategis dapat diintegrasikan ke dalam kepemilikan negara dengan tujuan jangka panjang menjaga kemandirian ekonomi.

Pesan kuat ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi seluruh pelaku usaha di Indonesia untuk tidak menyerah di tengah gejolak global, melainkan berupaya keras menjaga kelangsungan usaha dan melindungi tenaga kerja yang menjadi tulang punggung perekonomian.