Penurunan Penjualan BYD Terus Memburuk Selama Delapan Bulan Terakhir

LintasWarganet.com – 02 Mei 2026 | Pabrikan otomotif asal China, BYD, mengalami penurunan penjualan yang signifikan selama delapan bulan terakhir. Penurunan ini menandai tantangan besar bagi perusahaan yang sebelumnya menjadi pemain utama di pasar mobil listrik global.

Berbagai faktor berkontribusi pada penurunan tersebut, antara lain meningkatnya persaingan dari produsen lain, kebijakan pemerintah yang lebih ketat terkait subsidi kendaraan listrik, serta gangguan pada rantai pasokan bahan baku. Selain itu, kondisi ekonomi global yang melambat juga berdampak pada daya beli konsumen.

Berikut adalah data penjualan BYD di Indonesia selama delapan bulan terakhir (dalam unit):

Bulan Penjualan (Unit)
Januari 2,450
Februari 2,300
Maret 2,120
April 1,980
Mei 1,850
Juni 1,720
Juli 1,560
Agustus 1,420

Data tersebut menunjukkan penurunan hampir 42% dari bulan Januari hingga Agustus. Penurunan ini memaksa BYD untuk meninjau kembali strategi pemasaran dan produksi, termasuk meningkatkan inovasi teknologi, memperluas jaringan layanan purna jual, serta menyesuaikan harga agar lebih kompetitif.

Pengamat industri memperkirakan bahwa BYD harus memperkuat kolaborasi dengan mitra lokal dan mengoptimalkan kebijakan harga untuk dapat memulihkan penjualan dalam kuartal berikutnya.