UNESCO Guncang Dunia: 12 Geopark Baru dan Langkah Strategis Indonesia Perkuat Diplomasi Pendidikan
UNESCO Guncang Dunia: 12 Geopark Baru dan Langkah Strategis Indonesia Perkuat Diplomasi Pendidikan

UNESCO Guncang Dunia: 12 Geopark Baru dan Langkah Strategis Indonesia Perkuat Diplomasi Pendidikan

LintasWarganet.com – 02 Mei 2026 | Jakarta, 1 Mei 2026 – Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan (UNESCO) baru saja mengumumkan penetapan dua belas geopark baru dalam jaringan Geopark Global. Penetapan ini meningkatkan total situs geopark UNESCO menjadi 241 yang tersebar di 51 negara. Pada saat yang bersamaan, Indonesia memperkuat diplomasi pendidikannya melalui rangkaian webinar bersama UNESCO, menegaskan komitmen negara terhadap agenda global UNESCO.

Daftar Dua Belas Geopark Baru UNESCO 2026

Dua belas geopark yang baru ditetapkan mencakup wilayah yang beragam, mulai dari Asia hingga Eropa dan Amerika Selatan. Berikut adalah daftar lengkapnya:

  • Changshan, China
  • Geopark di Prancis (nama spesifik belum dipublikasikan)
  • Geopark di Yunani
  • Geopark di Irlandia
  • Geopark di Jepang
  • Delta Sarawak, Malaysia
  • Geopark di Portugal
  • Geopark di Rusia
  • Geopark di Tunisia
  • Geopark di Uruguay

Setiap geopark menampilkan formasi batuan, ngarai, dan fosil yang merepresentasikan jutaan tahun evolusi bumi. Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El‑Enany, menekankan bahwa pelestarian warisan geologi tidak hanya melindungi alam, tetapi juga meningkatkan ilmu pengetahuan, pendidikan, serta ketahanan lokal.

Indonesia Tingkatkan Diplomasi Pendidikan lewat Webinar UNESCO

Sejak 25 April hingga 5 Mei 2026, Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk UNESCO menyelenggarakan serangkaian webinar yang diikuti 108 peserta, termasuk pelajar, mahasiswa, akademisi, dan pemangku kepentingan pendidikan. Fokus utama pada sesi 30 April 2026 adalah tiga negara mitra strategis di kawasan Asia‑Pasifik: Thailand, Filipina, dan Australia.

Data UNESCO Institute for Statistics mencatat bahwa pada 2024 terdapat sekitar 59.224 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, menempatkan Indonesia pada peringkat ke‑22 secara global. Kawasan Asia‑Pasifik tetap menjadi tujuan utama, diikuti oleh Australia dan Eropa Barat.

Potensi Kerja Sama Pendidikan dengan Negara‑Negara Mitra

Dalam webinar, perwakilan masing‑masing negara mitra memaparkan kondisi sistem pendidikan, peluang studi, serta potensi kolaborasi. Atase Pendidikan KBRI Bangkok, Cyti Daniela Aruan, melaporkan bahwa Thailand memiliki populasi 70,3 juta jiwa dan lebih dari 154 institusi pendidikan tinggi. Saat ini terdapat sekitar 1.155 pelajar Indonesia di Thailand, baik dalam program penuh maupun jangka pendek. Ia menekankan peluang riset terapan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Atase Pendidikan KBRI Manila, Nina Yulianti, menjelaskan bahwa Filipina menawarkan pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri, dengan biaya tambahan bagi mahasiswa asing. Sekitar 300 pelajar Indonesia menempuh studi di Filipina, terutama di National Capital Region dan Mindanao. Keunggulan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dan biaya yang relatif terjangkau menjadi daya tarik utama.

Sementara itu, Atase Pendidikan KBRI Canberra, Yuli Rahmawati, menyoroti Australia sebagai destinasi utama bagi mahasiswa Indonesia. Jumlah pelajar Indonesia di Australia telah melampaui 30.000 orang, dengan sembilan universitas masuk dalam 100 besar dunia menurut berbagai peringkat global. Kualitas pendidikan tinggi Australia dianggap sangat kompetitif dan selaras dengan standar internasional.

Sinergi Geopark dan Pendidikan dalam Agenda UNESCO

Penetapan geopark baru dan peningkatan diplomasi pendidikan Indonesia mencerminkan sinergi antara pelestarian warisan alam dan pengembangan sumber daya manusia. UNESCO menegaskan bahwa jaringan geopark tidak hanya melindungi lanskap geologi, tetapi juga menjadi platform edukasi bagi komunitas lokal, meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi. Sementara itu, Indonesia memanfaatkan jaringan UNESCO untuk memperluas akses informasi pendidikan global, membangun jaringan akademik internasional, serta mendorong kolaborasi riset lintas negara.

Langkah-langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan pendidikan dunia, sekaligus memberikan kontribusi nyata pada tujuan pembangunan berkelanjutan UNESCO, terutama pada bidang pendidikan berkualitas, pengetahuan ilmiah, dan pelestarian budaya serta alam.

Dengan total 241 geopark di 51 negara dan ribuan mahasiswa Indonesia yang berpartisipasi dalam program pendidikan internasional, UNESCO terus menjadi katalisator utama dalam menghubungkan pengetahuan, budaya, dan lingkungan demi masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.