LintasWarganet.com – 02 Mei 2026 | Pada 1 Mei 2024, peringatan Hari Buruh internasional (May Day) di Bandung berubah menjadi kericuhan setelah sejumlah kelompok demonstran yang menolak kebijakan pemerintah menggelar aksi di beberapa titik strategis kota. Kerusuhan terjadi di sekitar Alun‑Alun Bandung, kawasan Dago, dan Stasiun Kereta Api Bandung, dimana para pengunjuk rasa melemparkan benda-benda keras, merusak properti publik, serta menghalangi lalu lintas kendaraan.
Pihak Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) segera mengerahkan satuan anti‑riuh (Satlantas) dan tim anti‑teror untuk memulihkan keamanan. Dalam proses penertiban, polisi berhasil menangkap tiga orang yang diduga menjadi pelaku utama aksi anarkis. Identitas tersangka masih dirahasiakan, namun mereka diduga terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan kerusuhan serta memiliki jaringan dengan kelompok radikal yang menentang sistem politik.
- Lokasi kericuhan utama: Alun‑Alun Bandung, Jalan Dago, Stasiun Bandung.
- Jumlah tersangka yang ditangkap: 3 orang.
- Kerugian material: diperkirakan mencapai Rp 350 juta, meliputi kerusakan kendaraan umum, kios makanan, dan fasilitas publik.
- Jumlah korban luka ringan: 12 orang (termasuk 5 petugas keamanan).
Selain penangkapan, polisi juga menahan sejumlah peserta aksi yang diduga berperan sebagai provokator. Mereka akan diproses sesuai dengan Undang‑Undang tentang Penodaan Agama, Penghinaan terhadap Simbol Negara, serta Undang‑Undang Terorisme jika terbukti melakukan tindakan melanggar hukum.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Sementara itu, pemerintah kota Bandung berjanji akan meningkatkan pengamanan pada perayaan May Day berikutnya, termasuk penambahan pos keamanan, pemasangan CCTV, dan koordinasi lebih intensif dengan aparat keamanan lain.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet