Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Kunjungi Masyarakat Adat Baduy untuk Edukasi Keluarga Berencana
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Kunjungi Masyarakat Adat Baduy untuk Edukasi Keluarga Berencana

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Kunjungi Masyarakat Adat Baduy untuk Edukasi Keluarga Berencana

LintasWarganet.com – 01 Mei 2026 | Wihaji, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), melakukan kunjungan kerja ke wilayah Baduy, Banten, pada Senin (27 April 2026). Kunjungan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya keluarga berencana (KB) serta meningkatkan pemahaman masyarakat adat terhadap layanan kesehatan reproduksi.

Dalam pertemuan dengan tokoh adat Baduy, Wihaji menekankan bahwa program KB tidak bersifat memaksa, melainkan memberikan pilihan bagi pasangan untuk merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak secara sehat. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menyediakan layanan KB yang sensitif budaya, sehingga tidak mengganggu nilai-nilai tradisional Baduy.

Berikut rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama kunjungan:

  • Pemaparan materi tentang manfaat KB, termasuk penurunan angka kematian ibu dan anak.
  • Demonstrasi penggunaan alat kontrasepsi modern yang dapat dipilih secara sukarela.
  • Diskusi interaktif antara tim BKKBN, tokoh adat, dan warga Baduy mengenai tantangan kesehatan reproduksi di wilayah tersebut.
  • Pemberian paket layanan kesehatan gratis, meliputi pemeriksaan kesehatan reproduksi bagi wanita usia subur.

Tokoh adat Baduy menanggapi kunjungan tersebut dengan antusias, menyatakan bahwa mereka terbuka untuk belajar lebih lanjut asalkan program tersebut menghormati aturan adat. Sejumlah warga Baduy juga mengajukan pertanyaan tentang cara kerja kontrasepsi dan implikasinya terhadap gaya hidup tradisional.

Wihaji menutup kunjungan dengan menegaskan komitmen BKKBN untuk terus melakukan pendekatan berbasis budaya, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dan mengadakan kunjungan lanjutan ke komunitas adat lainnya. Ia berharap upaya ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga tanpa mengorbankan kearifan lokal.