LintasWarganet.com – 30 April 2026 | Juru Bicara Kedua Kementerian Luar Negeri, Vahd Nabyl Achmad, menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen menjaga kedaulatan kebijakan energi nasional meski mendapat tekanan dari Uni Eropa (UE) untuk tidak membeli energi dari Rusia. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan setelah kunjungan delegasi UE ke Jakarta.
Beberapa poin utama yang disampaikan Kemenlu antara lain:
- Indonesia tidak berada di bawah tekanan politik atau ekonomi dalam menentukan kebijakan energi.
- Kerjasama dengan Rusia dalam bidang energi bersifat komersial dan tidak melanggar sanksi internasional yang berlaku.
- Kementerian Luar Negeri siap berdialog konstruktif dengan UE untuk menjelaskan posisi Indonesia secara transparan.
- Pemerintah akan terus mencari diversifikasi sumber energi, termasuk energi terbarukan, guna mengurangi ketergantungan pada satu sumber.
Desakan UE muncul dalam konteks upaya blok Barat untuk mengurangi pendapatan Rusia dari penjualan energi, terutama setelah invasi Ukraina. Namun, Indonesia menegaskan bahwa kebijakan energinya harus selaras dengan kebutuhan domestik serta menjaga stabilitas harga energi bagi konsumen.
Achmad menambahkan bahwa Indonesia tetap membuka ruang kerja sama dengan semua negara, termasuk Rusia, selama tidak melanggar aturan internasional. Ia juga menekankan pentingnya dialog multilateral untuk menyelesaikan isu energi global secara adil dan berkelanjutan.
Seiring dengan pernyataan tersebut, Kementerian Luar Negeri akan terus memantau situasi geopolitik dan menyesuaikan kebijakan luar negeri demi melindungi kepentingan strategis Indonesia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet