Bank Mandiri Percepat Penyaluran Pembiayaan Produktif Lewat KUR untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan
Bank Mandiri Percepat Penyaluran Pembiayaan Produktif Lewat KUR untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan

Bank Mandiri Percepat Penyaluran Pembiayaan Produktif Lewat KUR untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan

LintasWarganet.com – 30 April 2026 | Bank Mandiri terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung program-program prioritas nasional yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi kerakyatan. Melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), bank ini menargetkan peningkatan signifikan dalam penyaluran pembiayaan produktif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Langkah Strategis Bank Mandiri

  • Memperluas jaringan cabang dan unit layanan digital untuk mempermudah akses KUR di seluruh wilayah Indonesia.
  • Mengoptimalkan proses penilaian kredit dengan teknologi data analytics, sehingga waktu persetujuan pinjaman dapat dipercepat.
  • Menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan mikro, koperasi, dan pemerintah daerah untuk menyalurkan dana secara lebih terintegrasi.
  • Memberikan pelatihan dan pendampingan usaha bagi penerima KUR agar dana yang diberikan dapat dimanfaatkan secara produktif.

Fokus Penyaluran

Bank Mandiri menitikberatkan pada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, antara lain pertanian, perikanan, perdagangan, dan industri kreatif. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat rantai nilai lokal dan menciptakan lapangan kerja baru.

Target dan Dampak

Tahun Target Penyaluran (miliar Rupiah) Jumlah Penerima KUR
2023 30 150.000
2024 45 220.000
2025 60 300.000

Dengan target tersebut, Bank Mandiri berharap dapat meningkatkan kontribusi sektor UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta mengurangi tingkat pengangguran di daerah‑daerah yang paling membutuhkan dukungan finansial.

Inisiatif ini selaras dengan agenda pemerintah untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, dimana pembiayaan produktif menjadi kunci utama dalam menciptakan pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.