LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Usulan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, untuk menempatkan gerbong khusus perempuan di bagian tengah kereta api menimbulkan sorotan tajam dari masyarakat dan kalangan akademisi. Menurut Pakar Transportasi, Dr. Budi Santoso, meski niatnya baik, langkah tersebut belum menyentuh permasalahan utama keamanan dan kenyamanan perempuan dalam perjalanan kereta.
Berikut rangkuman pendapat pakar dan reaksi publik:
- Argumen pendukung: Penempatan gerbong di tengah dianggap dapat mengurangi risiko gangguan karena jarak yang lebih jauh dari pintu masuk gerbong pertama dan terakhir yang biasanya lebih rawan.
- Argumen penentang: Pakar keamanan transportasi menilai bahwa faktor lokasi gerbong bukanlah satu‑satunya penyebab kekerasan atau pelecehan. Mereka menekankan perlunya peningkatan pengawasan, pelatihan staf, serta sistem keamanan berbasis teknologi.
Dr. Budi menambahkan bahwa solusi jangka panjang harus mencakup:
- Peningkatan CCTV dan sistem alarm di semua gerbong.
- Pelatihan petugas kereta dalam menangani kasus kekerasan seksual.
- Program edukasi bagi penumpang tentang hak dan batasan pribadi.
- Penguatan regulasi hukum yang tegas bagi pelaku pelecehan.
Berbagai kelompok perempuan menilai bahwa usulan ini lebih bersifat simbolik dan tidak menyentuh akar masalah. Mereka menuntut kebijakan yang lebih holistik, termasuk penegakan hukum yang konsisten dan dukungan layanan psikologis bagi korban.
Sementara itu, pihak kereta api menyatakan kesiapan untuk meninjau kembali penempatan gerbong sesuai dengan rekomendasi pakar, namun menegaskan bahwa perubahan struktural memerlukan analisis teknis yang mendalam serta anggaran yang memadai.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet