Presiden Targetkan 288 Ribu Sekolah Selesai Diperbaiki pada 2028
Presiden Targetkan 288 Ribu Sekolah Selesai Diperbaiki pada 2028

Presiden Targetkan 288 Ribu Sekolah Selesai Diperbaiki pada 2028

LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat program perbaikan infrastruktur sekolah di seluruh nusantara. Target utama yang diumumkan adalah menyelesaikan renovasi sebanyak 288.000 sekolah pada tahun 2028.

Program ini menjadi bagian penting dari agenda peningkatan kualitas pendidikan, terutama setelah pandemi COVID-19 menyoroti kesenjangan fasilitas belajar. Pemerintah menilai bahwa lingkungan fisik yang layak dapat mendukung proses belajar mengajar yang lebih efektif.

Berikut rangkaian langkah strategis yang akan ditempuh:

  • Penetapan prioritas: Sekolah yang paling membutuhkan perbaikan, khususnya di wilayah terpencil dan daerah rawan bencana, akan menjadi fokus pertama.
  • Pembiayaan: Anggaran dialokasikan melalui APBN serta skema kerjasama dengan pemerintah daerah dan sektor swasta melalui program kemitraan publik‑swasta (PPP).
  • Pengawasan: Pembentukan tim koordinasi lintas kementerian yang akan memantau progres secara berkala dan melaporkan pencapaian tiap tahun.
  • Pelibatan masyarakat: Masyarakat lokal dan orang tua murid diajak berpartisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan renovasi, guna memastikan kebutuhan spesifik terpenuhi.

Target 288.000 sekolah mencakup berbagai jenis perbaikan, antara lain perbaikan atap, perbaikan jaringan listrik, pemasangan sistem sanitasi yang memadai, serta penyediaan ruang belajar yang ergonomis. Pemerintah memperkirakan rata‑rata biaya per sekolah berkisar antara Rp200 juta hingga Rp500 juta, tergantung pada tingkat kerusakan dan skala pekerjaan.

Untuk mempermudah monitoring, pemerintah akan mengintegrasikan data renovasi ke dalam sistem informasi manajemen pendidikan nasional. Data tersebut akan dapat diakses oleh publik, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Jika target tercapai tepat waktu, diharapkan akan tercipta lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta menurunkan angka putus sekolah.