LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Seorang pakar militer terkemuka dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) menyatakan bahwa Amerika Serikat belum siap untuk terlibat dalam konflik berskala besar melawan Republik Rakyat Tiongkok. Penilaian ini diungkapkan dalam laporan terbaru CSIS yang menyoroti kondisi persediaan amunisi dan kesiapan operasional angkatan bersenjata AS.
Laporan tersebut mengungkapkan bahwa lebih dari setengah amunisi pra-perang yang diproduksi untuk kemungkinan konfrontasi dengan China telah habis terpakai. Sementara itu, operasi militer yang dinamakan “Epic Fury”, yang direncanakan untuk menguji kemampuan tempur di tengah ketegangan dengan Iran, kini ditunda setelah tercapai gencatan senjata yang masih rapuh.
Berbagai faktor memperparah situasi kesiapan AS, antara lain:
- Ketergantungan pada rantai pasokan logistik yang panjang, terutama untuk bahan bakar dan komponen elektronik kritis.
- Keterlambatan dalam program modernisasi peralatan, seperti pesawat tempur generasi kelima dan kapal perang kelas besar.
- Keterbatasan latihan bersama sekutu di kawasan Indo-Pasifik, yang mengurangi kemampuan interoperabilitas.
- Anggaran pertahanan yang terfragmentasi, sehingga alokasi untuk amunisi konvensional tidak mencukupi.
Di sisi lain, Tiongkok terus memperkuat kekuatan militer dengan meningkatkan jumlah pesawat siluman, kapal selam kelas nol, serta kemampuan cyber dan ruang angkasa. Penguatan militer Beijing menimbulkan tekanan tambahan bagi Washington, khususnya dalam konteks sengketa Taiwan dan persaingan strategis di Laut China Selatan.
CSIS menyarankan beberapa langkah kebijakan untuk menutup kesenjangan yang ada, antara lain mempercepat produksi amunisi konvensional, mengalokasikan dana tambahan untuk program modernisasi, serta memperluas latihan gabungan dengan sekutu regional. Pemerintah AS juga diimbau untuk menyeimbangkan pendekatan militer dengan upaya diplomatik yang lebih intensif, guna mencegah eskalasi menjadi konflik terbuka.
Jika tidak ditangani secara serius, kekurangan amunisi dan kesiapan operasional dapat mengurangi kemampuan deterensi Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus memberikan keuntungan strategis bagi Tiongkok dalam persaingan geopolitik yang semakin ketat.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet