Menhub: Hasil investigasi KNKT jadi dasar evaluasi keselamatan KA
Menhub: Hasil investigasi KNKT jadi dasar evaluasi keselamatan KA

Menhub: Hasil investigasi KNKT jadi dasar evaluasi keselamatan KA

LintasWarganet.com – 28 April 2026 | Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa hasil investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atas kecelakaan kereta api di Bekasi Timur akan menjadi acuan utama dalam mengevaluasi keselamatan kereta api di seluruh Indonesia. Menhub menyatakan kesiapan pemerintah untuk menindaklanjuti temuan tersebut secara cepat dan menyeluruh.

Kecelakaan yang menewaskan sejumlah penumpang dan menimbulkan kerugian material besar menimbulkan keprihatinan publik. Menurut data Kementerian Perhubungan, pada tahun 2023 tercatat 12 kecelakaan kereta api dengan total korban meninggal 34 orang. Pemerintah berkomitmen menurunkan angka ini melalui perbaikan infrastruktur, peningkatan standar operasional, serta penguatan regulasi.

Berikut langkah-langkah yang akan diambil berdasarkan rekomendasi KNKT:

  • Audit menyeluruh pada jalur‑jalur rawan kecelakaan, termasuk pengecekan sinyal dan peralatan kontrol.
  • Penguatan pelatihan operator kereta dan tim pemeliharaan dengan standar internasional.
  • Peningkatan sistem pemantauan real‑time menggunakan teknologi digital untuk deteksi dini kerusakan.
  • Revisi prosedur evakuasi darurat dan penyediaan sarana keselamatan di stasiun utama.
  • Pembentukan tim koordinasi lintas kementerian untuk menindaklanjuti temuan investigasi dalam jangka pendek dan menengah.

Menhub juga menekankan pentingnya kolaborasi antara PT Kereta Api Indonesia (KAI), regulator, serta pihak swasta dalam mengimplementasikan rekomendasi. “Kami tidak hanya menunggu laporan, tetapi akan memastikan setiap poin rekomendasi diubah menjadi kebijakan operasional yang dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala,” ujar Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers.

Jika hasil evaluasi menunjukkan kebutuhan investasi besar, pemerintah siap mengalokasikan anggaran tambahan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2025‑2029. Fokus utama tetap pada peningkatan keamanan penumpang, keandalan jadwal, dan keberlanjutan sistem transportasi kereta api nasional.