LintasWarganet.com – 28 April 2026 | Setelah terjadinya tabrakan antara kereta komuter KRL dan kereta antarkota Argo Bromo Anggrek yang menewaskan dan melukai sejumlah penumpang, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menuntut PT Kereta Api (KAI) untuk segera meninjau kembali sistem perlintasan kereta api di seluruh jaringan.
YLKI menilai bahwa kecelakaan berulang ini menunjukkan adanya celah serius pada pengelolaan perlintasan, baik yang berada di zona perkotaan maupun lintas wilayah. Menurut pernyataan yang disampaikan oleh Ketua YLKI, organisasi ini menuntut tiga hal utama:
- Pemeriksaan menyeluruh terhadap sinyal, penanda, dan prosedur keselamatan di semua titik perlintasan.
- Peningkatan pelatihan bagi operator kereta dan petugas pengawas lalu lintas rel.
- Transparansi dalam penyampaian data kecelakaan serta langkah perbaikan kepada publik.
Sementara itu, YLKI juga meminta pemerintah mempercepat proses santunan kepada korban dan keluarga yang terdampak, mengingat proses birokrasi yang selama ini dinilai lambat.
Dalam menanggapi tekanan tersebut, KAI menyatakan akan melakukan audit internal dan berkoordinasi dengan regulator transportasi untuk memperbaiki standar keselamatan. Namun, YLKI menegaskan bahwa audit harus bersifat independen dan melibatkan pakar keselamatan transportasi guna menghindari potensi konflik kepentingan.
Para ahli transportasi mengingatkan bahwa kecelakaan perlintasan kereta bukan hanya masalah teknis, melainkan juga melibatkan faktor manusia, pemeliharaan infrastruktur, dan kebijakan regulasi yang konsisten. Mereka menyarankan penerapan teknologi deteksi dini serta sistem peringatan otomatis di perlintasan tingkat tinggi.
Jika langkah-langkah perbaikan tidak segera diimplementasikan, risiko terulangnya insiden serupa dapat meningkat, mengancam kepercayaan publik terhadap layanan kereta api nasional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet