Prabowo Soroti 1.800 Perlintasan Sebidang di Jawa, Janji Perbaikan Sejak Era Belanda
Prabowo Soroti 1.800 Perlintasan Sebidang di Jawa, Janji Perbaikan Sejak Era Belanda

Prabowo Soroti 1.800 Perlintasan Sebidang di Jawa, Janji Perbaikan Sejak Era Belanda

LintasWarganet.com – 28 April 2026 | Presiden Joko Widodo melalui juru bicara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Prabowo Subianto, menyoroti adanya sekitar 1.800 perlintasan sebidang di Pulau Jawa yang masih beroperasi sejak masa penjajahan Belanda. Menurutnya, infrastruktur ini menjadi titik rawan kecelakaan dan kemacetan, sehingga memerlukan penanganan menyeluruh.

Beberapa data penting yang diungkapkan antara lain:

  • Jumlah total perlintasan sebidang: 1.800 unit.
  • Persentase yang belum memiliki fasilitas pemisah jalur atau flyover: lebih dari 60%.
  • Kasus kecelakaan fatal yang melibatkan perlintasan sebidang dalam dua tahun terakhir: 27 kasus.

Prabowo menekankan bahwa pemerintah pusat siap memberikan bantuan teknis dan pendanaan kepada pemerintah daerah, khususnya di wilayah yang paling terdampak seperti Bekasi, Tangerang, dan Cirebon. Contohnya, proyek pembangunan flyover di atas perlintasan sebidang di Bekasi dipercepat karena dianggap sangat mendesak.

Langkah-langkah yang akan ditempuh meliputi:

  1. Identifikasi dan prioritas perlintasan yang paling berisiko.
  2. Penyusunan desain standar flyover atau underpass yang dapat diterapkan secara nasional.
  3. Penyaluran dana hibah dan pinjaman lunak kepada Pemda yang telah mengajukan rencana pembangunan.
  4. Pengawasan pelaksanaan proyek oleh Kementerian Perhubungan.
  5. Evaluasi pasca‑konstruksi untuk memastikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Pemerintah menargetkan penyelesaian 500 perlintasan paling kritis dalam tiga tahun ke depan, dengan harapan dapat menurunkan angka kecelakaan hingga 30% dan memperlancar arus kendaraan di zona‑zona industri serta komuter.

Upaya ini selaras dengan program revitalisasi infrastruktur transportasi nasional yang telah direncanakan sejak era pembangunan jalur kereta api Belanda, namun kini diadaptasi dengan teknologi modern. Diharapkan, setelah semua perlintasan dibenahi, jaringan transportasi di Pulau Jawa akan menjadi lebih aman, efisien, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.