LintasWarganet.com – 28 April 2026 | Insiden tragis yang melibatkan kereta api Argo Bromo dan kereta listrik KRL di wilayah Bekasi Timur kembali menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan bahwa armada kereta tersebut menjadi faktor utama kecelakaan. Pihak Green SM, perusahaan yang mengoperasikan layanan kereta, memberikan klarifikasi terkait pernyataan tersebut.
Green SM menanggapi spekulasi bahwa armada mereka menjadi penyebab dengan menegaskan bahwa semua unit yang terlibat telah menjalani pemeriksaan rutin dan memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Pihak perusahaan menambahkan bahwa tidak ada catatan kerusakan signifikan pada sistem pengereman atau kontrol otomatis pada kedua kereta sebelum kejadian.
Berikut poin-poin penting yang disampaikan oleh Green SM:
- Setiap unit kereta dilengkapi dengan sistem monitoring real‑time yang melaporkan kondisi teknis secara berkala.
- Inspeksi keseluruhan armada dilakukan setiap 30 hari, termasuk pengecekan sistem sinyal, rem, dan kelistrikan.
- Tim teknis Green SM telah berkoordinasi dengan otoritas kepolisian serta BPKP untuk melakukan audit independen.
Pihak berwenang juga menyatakan bahwa penyelidikan masih tahap awal. Tim investigasi akan menelaah rekaman CCTV, data black box, serta laporan teknis dari kedua operator kereta. Hasil akhir diharapkan dapat mengidentifikasi penyebab utama, baik berupa kegagalan peralatan, human error, atau faktor eksternal lainnya.
Sementara itu, korban kecelakaan yang terdiri dari penumpang dan petugas kereta kini mendapatkan penanganan medis di rumah sakit terdekat. Keluarga korban juga dijamin mendapatkan dukungan serta kompensasi sesuai regulasi yang berlaku.
Green SM menegaskan komitmen mereka untuk meningkatkan standar keselamatan, termasuk penambahan pelatihan bagi masinis dan peningkatan infrastruktur sinyal. Perusahaan berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet