Baru dilantik, Menteri LH Jumhur sebut akan tangani isu sampah
Baru dilantik, Menteri LH Jumhur sebut akan tangani isu sampah

Baru dilantik, Menteri LH Jumhur sebut akan tangani isu sampah

LintasWarganet.com – 27 April 2026 | Mohammad Jumhur Hidayat resmi dilantik menjadi Menteri Lingkungan Hidup pada Senin (27 April 2026) dalam upacara yang dihadiri Presiden dan para pejabat tinggi. Pada kesempatan pertama setelah pelantikan, Menteri yang baru menegaskan komitmen pemerintah untuk mengatasi permasalahan sampah yang semakin mengancam kesehatan dan ekosistem nasional.

Jumhur menyoroti tiga prioritas utama: peningkatan infrastruktur pengelolaan sampah, penguatan regulasi daur ulang, serta edukasi publik. Ia menjelaskan bahwa kementerian akan mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah organik dan anorganik di wilayah dengan tingkat akumulasi sampah tertinggi, termasuk kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

  • Infrastruktur: Penambahan pusat pengomposan, pembukaan bank sampah, serta modernisasi tempat pembuangan akhir (TPA) dengan teknologi ramah lingkungan.
  • Regulasi: Revisi peraturan mengenai penggunaan plastik sekali pakai, penetapan standar daur ulang, dan pemberian insentif bagi perusahaan yang mengimplementasikan prinsip ekonomi sirkular.
  • Edukasi: Peluncuran kampanye nasional yang melibatkan sekolah, media sosial, dan komunitas lokal untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemilahan sampah di sumber.

Selain itu, Menteri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Ia mengusulkan pembentukan forum koordinasi lintas sektor yang akan bertugas mengawasi pelaksanaan kebijakan, memantau alokasi anggaran, serta menilai dampak program secara periodik.

Dalam rapat internal kementerian, diperkirakan anggaran pengelolaan sampah tahun 2027 akan naik sebesar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan fokus pada daerah‑daerah yang masih belum memiliki sistem pengumpulan sampah yang memadai.

Jumhur juga menyinggung tantangan yang harus dihadapi, seperti tingginya volume sampah plastik, kurangnya fasilitas daur ulang, serta budaya buang sembarangan yang masih mengakar. Ia menutup pidatonya dengan harapan bahwa kolaborasi seluruh elemen bangsa dapat menciptakan Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan.