Menteri Perang AS Pete Hegseth: Blokade Amerika terhadap Iran Mendunia!

LintasWarganet.com – 26 April 2026 | Pete Hegseth, Menteri Perang Amerika Serikat, menegaskan bahwa kebijakan blokade terhadap Iran telah meluas jauh melampaui perairan Selat Hormuz. Menurut pernyataannya, kapal-kapal milik Iran yang beroperasi di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia kini berada di bawah pengawasan dan penangkapan oleh angkatan laut AS.

Blokade ini mencakup beberapa tindakan operasional, antara lain:

  • Patroli intensif di jalur pelayaran utama di Samudra Pasifik, khususnya di sekitar Selat Luzon dan Selat Malaka.
  • Pengawasan ketat terhadap kapal kargo Iran yang melintasi perairan Laut China Selatan.
  • Intersepsi kapal penangkap ikan dan kapal kargo kecil di Samudra Hindia, terutama di sekitar Selat Bab-el-Mandeb.

Berikut rangkuman singkat insiden terbaru yang dilaporkan oleh sumber militer AS:

Tanggal Lokasi Jenis Kapal Aksi AS
12 Maret 2024 Selat Luzon, Pasifik Kargo umum Penahanan dan inspeksi dokumen
24 Maret 2024 Samudra Hindia, dekat Bab-el-Mandeb Kapal penangkap ikan Pengarahan kembali ke pelabuhan AS
5 April 2024 Laut China Selatan Kargo kontainer Pemeriksaan keamanan dan penolakan izin pelayaran

Hegseth menambahkan bahwa strategi ini bertujuan untuk menekan ekonomi Iran serta mengurangi kemampuan logistik militer Tehran. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya global untuk menegakkan norma internasional terkait proliferasi senjata dan pendanaan terorisme.

Para pengamat internasional menilai bahwa perluasan blokade ke wilayah-wilayah strategis dapat menimbulkan ketegangan baru dengan negara‑negara yang memiliki kepentingan maritim di kawasan tersebut, termasuk China, Jepang, dan negara‑negara ASEAN. Namun, AS berpendapat bahwa tindakan ini sah menurut hukum laut internasional asalkan dilaksanakan dengan dasar bukti kuat tentang pelanggaran sanksi.

Ke depan, Washington berencana meningkatkan koordinasi dengan sekutu‑sekutunya, termasuk Inggris, Australia, dan Jepang, untuk memperkuat jaringan pemantauan maritim di wilayah Indo‑Pasifik. Sementara itu, Iran menolak keras semua tuduhan dan berjanji akan meningkatkan kemampuan pertahanan lautnya.