31 Raja Diraja Nusantara Hadiri Gebyar Pesona Budaya Garut

LintasWarganet.com – 26 April 2026 | Garut, Jawa Barat – Pada hari Jumat, 24 April 2024, pusat kota Garut di Jalan Ahmad Yani menjadi saksi pertemuan budaya yang megah ketika 31 raja dan perwakilan diraja dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam rangkaian acara Gebyar Pesona Budaya Garut. Kunjungan para raja ini menambah semarak festival yang menampilkan ragam seni tradisional, kuliner, dan kerajinan lokal.

Acara yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Garut bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan ini menampilkan serangkaian pertunjukan, antara lain tarian tradisional Sundanese, musik gamelan, serta demonstrasi seni ukir kayu dan anyaman bambu. Para raja turut serta dalam upacara pembukaan, memberikan salam hormat, dan menyampaikan pesan penting tentang pelestarian warisan budaya serta pentingnya sinergi antar daerah dalam mempromosikan pariwisata budaya.

  • Parade kostum adat: Raja‑raja mengenakan pakaian kebesaran tradisional masing‑masing daerah, menambah warna visual festival.
  • Demo kerajinan: Pengrajin lokal memperagakan proses pembuatan anyaman bambu, batik Garut, dan ukiran kayu yang terkenal.
  • Festival kuliner: Stand‑stand makanan khas Garut seperti dodol, nasi liwet, dan sambal oncom menggoda selera pengunjung.
  • Pertunjukan seni panggung: Tarian Jaipong, Tari Topeng Cirebon, serta musik angklung memperlihatkan keragaman seni nusantara.

Selain menambah daya tarik wisata, kehadiran para raja diraja juga menjadi simbol persatuan budaya di tanah air. Salah satu raja yang hadir, Raja Paku Alam V dari Yogyakarta, menyampaikan, “Kita harus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dalam hati generasi muda, dan festival seperti ini menjadi wadah yang tepat untuk melakukannya.”

Pemerintah Kabupaten Garut berharap gebyar ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, melainkan juga platform edukasi bagi masyarakat luas tentang nilai-nilai kearifan lokal. Dengan melibatkan tokoh‑tokoh adat, diharapkan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya dapat tersebar lebih luas, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke Garut.