Tiga Persiapan Iran Menghadapi Perang Jilid II: Dari Ribuan Rudal hingga 30 Juta Sukarelawan

LintasWarganet.com – 26 April 2026 | Iran menegaskan tidak akan terjebak dalam taktik tipu muslihat Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah Tehran memperkuat kesiapan militernya menjelang apa yang disebutnya “Perang Jilid II”, sebuah skenario konflik berskala besar yang diprediksi akan melibatkan serangan udara, rudal balistik, serta perlawanan massal di daratan.

Berikut tiga langkah utama yang sedang dipersiapkan Iran:

  1. Peningkatan persediaan rudal balistik – Tehran melaporkan memiliki ribuan unit rudal beragam jarak, mulai dari rudal taktis jarak pendek hingga rudal balistik antarbenua. Produksi dalam negeri dipercepat, dengan fasilitas industri militer di wilayah selatan negara menambah kapasitas produksi dan penyimpanan.
  2. Mobilisasi sukarelawan masif – Pemerintah mengumumkan program relawan pertahanan yang menargetkan hingga 30 juta warga, termasuk pensiunan militer, mahasiswa, dan pekerja sipil. Pelatihan dasar, penggunaan senjata ringan, serta taktik perlawanan gerilya diberikan secara terpusat melalui pusat pelatihan regional.
  3. Penguatan sistem pertahanan udara dan siber – Iran menambah sistem pertahanan udara berbasis radar dan misil permukaan‑ke‑udara (SAM) serta mengintegrasikan jaringan siber untuk mengantisipasi serangan digital. Unit cyber khusus dilatih untuk melakukan serangan balasan serta melindungi infrastruktur kritis seperti jaringan listrik dan transportasi.

Strategi tersebut dirancang untuk menahan potensi serangan berkelanjutan sekaligus memperpanjang daya tahan pertahanan nasional. Dengan persediaan rudal yang melimpah, basis sukarelawan yang luas, serta jaringan pertahanan udara‑siber yang terkoordinasi, Iran berharap dapat menghindari keharusan menuruti tekanan eksternal dan menjaga kedaulatan wilayahnya.