Perkuat Daya Saing Global, Imigrasi Surabaya Sosialisasikan Golden Visa dan Global Citizen of Indonesia

LintasWarganet.com – 24 April 2026 | Direktur Jenderal Imigrasi Surabaya, Dr. Andi Pratama, memimpin serangkaian sosialisasi program Golden Visa dan Global Citizen of Indonesia yang diluncurkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional. Acara yang dihadiri perwakilan pemerintah daerah, pelaku bisnis, serta calon investor asing ini menekankan pentingnya kebijakan imigrasi yang adaptif, transparan, dan akuntabel.

Golden Visa dirancang sebagai visa jangka panjang yang memberikan hak tinggal bagi investor yang menanamkan modal minimal Rp 500 miliar dalam sektor strategis seperti infrastruktur, energi terbarukan, dan teknologi digital. Sementara itu, program Global Citizen of Indonesia memberikan status khusus kepada profesional berkeahlian tinggi, ilmuwan, serta seniman yang berkontribusi pada inovasi dan budaya nasional.

Berikut adalah poin utama dari kedua program:

  • Golden Visa:
    • Investasi minimum Rp 500 miliar.
    • Masa berlaku visa hingga 10 tahun, dapat diperpanjang.
    • Hak bekerja dan mengakses layanan publik seperti pendidikan dan kesehatan.
  • Global Citizen of Indonesia:
    • Penerima harus memiliki rekam jejak kontribusi signifikan di bidangnya.
    • Memberikan fasilitas izin tinggal jangka panjang dan kemudahan proses administratif.
    • Dukungan jaringan kolaborasi dengan institusi riset dan budaya nasional.

Proses pengajuan keduanya mengikuti tahapan yang terstruktur:

  1. Pendaftaran online melalui portal resmi Imigrasi Surabaya.
  2. Verifikasi dokumen dan bukti investasi atau prestasi profesional.
  3. Wawancara dengan tim evaluasi Imigrasi.
  4. Penerbitan visa atau status Global Citizen setelah persetujuan.

Direktur Imigrasi Surabaya menegaskan komitmen untuk menyediakan layanan yang profesional, transparan, dan akuntabel, serta siap menyesuaikan kebijakan dengan dinamika global. Ia menambahkan, “Program ini tidak hanya membuka pintu bagi investasi asing, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi yang kompetitif bagi talenta dunia.”

Para pengamat ekonomi menilai bahwa kebijakan ini dapat meningkatkan aliran investasi langsung asing (FDI) dan mempercepat transfer teknologi, yang pada gilirannya mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan menargetkan investor dan profesional berkaliber tinggi, diharapkan Indonesia dapat memperkuat basis inovasi serta memperluas jaringan kerjasama internasional.