BI Dorong Inovasi Sektor Unggulan untuk Perkuat Ekonomi Papua

LintasWarganet.com – 22 April 2026 | Bank Indonesia (BI) menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong inovasi pada sektor‑sektor unggulan di Provinsi Papua sebagai bagian dari strategi memperkuat perekonomian daerah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur BI, Aida Suryani, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jayapura.

Fokus utama BI terletak pada empat sektor yang dianggap memiliki potensi pertumbuhan tinggi, yaitu pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi digital. Untuk masing‑masing sektor, BI merancang serangkaian kebijakan pendukung, termasuk penyediaan pembiayaan khusus, pengembangan infrastruktur digital, serta program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Langkah‑langkah strategis yang diambil BI

  • Pembiayaan terjangkau: Menyediakan kredit dengan bunga kompetitif bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor unggulan.
  • Infrastruktur digital: Memperluas jaringan internet berkecepatan tinggi di daerah terpencil untuk mendukung transformasi digital.
  • Pelatihan dan pendampingan: Menggandeng lembaga pendidikan dan asosiasi industri untuk menyelenggarakan pelatihan teknis dan manajerial.
  • Kemitraan publik‑swasta: Mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, investor, dan sektor swasta dalam proyek‑proyek pembangunan.

Target sektor unggulan dan aksi spesifik

Sektor Aksi BI Target 2025
Pertanian Pembiayaan agro‑teknologi, pelatihan budidaya modern peningkatan produksi beras dan sayuran sebesar 20%
Perikanan Kredit modal untuk kapal dan alat tangkap, digitalisasi pasar ikan Penambahan nilai ekspor produk perikanan 15%
Pariwisata Pendanaan pengembangan destinasi eco‑tourism, promosi digital Peningkatan kunjungan wisatawan domestik 25%
Ekonomi Digital Pengembangan fintech, pelatihan e‑commerce bagi UMKM Penggunaan layanan digital oleh 40% UMKM

Dengan rangkaian kebijakan tersebut, BI berharap dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan per kapita, dan menurunkan tingkat kemiskinan di Papua. Deputi Gubernur BI menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar teknologi, melainkan perubahan pola pikir dalam mengoptimalkan potensi lokal.

Selain itu, BI juga berencana untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota guna memastikan bahwa program‑program ini dapat diimplementasikan secara efektif dan berkelanjutan.