Dewi Sartika: Pejuang Pendidikan bagi Perempuan Indonesia

LintasWarganet.com – 21 April 2026 | Dalam rangka memperingati Hari Kartini pada Selasa, 21 April, kisah Dewi Sartika kembali disorot sebagai teladan perjuangan pendidikan bagi perempuan di Indonesia.

Dewi Sartika (1884‑1947) lahir di Bandung, Jawa Barat. Pada masa itu, akses pendidikan bagi perempuan masih sangat terbatas. Dengan tekad kuat, ia mendirikan Sekolah Isteri (Kragas) pada tahun 1904, yang kemudian berkembang menjadi sekolah umum terbuka bagi anak‑anak perempuan.

Berikut beberapa langkah penting yang diambilnya:

  • Mendirikan sekolah pertama di rumah keluarganya, menyediakan kurikulum dasar membaca, menulis, dan berhitung.
  • Mengadaptasi metode pengajaran Barat sekaligus mempertahankan nilai‑nilai budaya Nusantara.
  • Menumbuhkan semangat kemandirian dan kepemimpinan pada siswi melalui kegiatan praktis seperti menjahit dan pertanian.
  • Memperluas jaringan sekolah ke beberapa kota di Jawa Barat, sehingga pendidikan perempuan menjadi lebih merata.

Pengaruh Dewi Sartika tidak berhenti pada bidang pendidikan formal. Ia juga aktif dalam organisasi sosial yang memperjuangkan hak‑hak perempuan, serta menulis artikel yang mengkritik ketidaksetaraan gender pada masanya.

Warisan terbesar Dewi Sartika terwujud dalam bentuk institusi pendidikan yang masih beroperasi hingga kini, termasuk SMA Dewi Sartika di Bandung. Nama beliau juga diabadikan dalam sejumlah jalan, patung, dan program beasiswa yang mendukung generasi perempuan Indonesia.

Perayaan Hari Kartini tahun ini menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan Dewi Sartika, yang bersama Kartini, menegaskan pentingnya pendidikan sebagai alat pemberdayaan perempuan dan kemajuan bangsa.