LintasWarganet.com – 21 April 2026 | Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan pada Senin (20/4) di Jakarta bahwa DPR memiliki target ambisius untuk menyelesaikan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) prioritas pada tahun ini. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang menyoroti agenda legislatif yang menjadi fokus utama lembaga tersebut.
Sufmi menegaskan bahwa percepatan pembahasan RUU merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak masyarakat serta upaya pemerintah untuk mereformasi regulasi yang sudah usang. Menurutnya, penyelesaian RUU-ruu strategis akan memberikan kepastian hukum dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Berikut adalah RUU-ruu prioritas yang menjadi fokus utama DPR tahun ini:
- RUU Kesehatan: memperkuat sistem jaminan kesehatan nasional, meningkatkan akses layanan medis, serta mengatur tarif dan standar fasilitas kesehatan.
- RUU Pendidikan: reformasi kurikulum, peningkatan kualitas guru, dan penyediaan dana pendidikan yang lebih transparan.
- RUU Perbankan: memperkuat regulasi sektor perbankan, memperluas inklusi keuangan, dan menyesuaikan kebijakan dengan standar internasional.
- RUU Ketenagakerjaan: memperbaharui ketentuan hubungan kerja, meningkatkan perlindungan hak pekerja, serta menyesuaikan regulasi dengan dinamika pasar kerja.
- RUU Energi Baru Terbarukan (EBT): mempercepat transisi energi, mendukung investasi dalam energi bersih, dan menetapkan target penggunaan energi terbarukan.
Untuk mencapai target tersebut, DPR berkomitmen menerapkan prosedur yang lebih efisien, termasuk:
- Penguatan koordinasi antar komisi dan panitia khusus.
- Penggunaan rapat daring serta sistem digital untuk mempercepat proses pembahasan.
- Peningkatan transparansi dengan melibatkan publik melalui konsultasi terbuka.
Namun, Sufmi mengakui bahwa tantangan tetap ada, terutama terkait dengan perbedaan pandangan antar fraksi, kebutuhan data yang akurat, serta tekanan eksternal dari stakeholder. Oleh karena itu, DPR mengajak semua pihak untuk berpartisipasi konstruktif demi tercapainya konsensus.
Jika target ini tercapai, diharapkan akan memberikan dampak positif bagi pembangunan nasional, meningkatkan kepercayaan investor, serta memperkuat posisi Indonesia dalam kancah internasional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet