LintasWarganet.com – 21 April 2026 | Uni Emirat Arab (UEA) secara terbuka menuding Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebagai penyebab utama tekanan ekonomi yang timbul akibat konflik militer antara AS‑Israel dan Iran. Pemerintah UEA menegaskan bahwa kebijakan luar negeri Washington telah menimbulkan konsekuensi langsung bagi perekonomian mereka, termasuk penurunan nilai tukar dan ketidakstabilan pasar keuangan.
Berikut tiga alasan utama UEA mengkritik Trump:
- Kerusakan arus perdagangan regional: Konflik di Timur Tengah menurunkan volume perdagangan antara UEA dan negara‑negara tetangga, terutama yang berhubungan dengan energi dan logistik. Penurunan ini memperburuk neraca perdagangan UEA.
- Kenaikan biaya impor dan tekanan pada mata uang dirham: Sanksi dan ketegangan geopolitik meningkatkan biaya impor bahan baku serta menurunkan kepercayaan investor asing terhadap dirham, yang memaksa bank sentral Emirat menyesuaikan kebijakan moneter.
- Ancaman beralih ke yuan sebagai mata uang cadangan: Sebagai respons, UEA memberi sinyal akan memperluas penggunaan yuan Tiongkok dalam transaksi lintas‑border bila Federal Reserve tidak menyepakati jalur pertukaran mata uang yang stabil dengan bank sentral Emirat.
Langkah beralih ke yuan mencerminkan upaya UEA untuk diversifikasi cadangan devisa serta mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Kebijakan ini dapat mengubah dinamika pasar valuta asing di kawasan Gulf, terutama jika negara‑negara lain mengikuti jejak serupa.
Secara keseluruhan, kritik UEA terhadap Trump tidak hanya bersifat politik, melainkan juga menyoroti dampak ekonomi nyata yang dirasakan oleh negara‑negara kecil di kawasan ketika kebijakan besar negara adidaya memicu ketegangan militer.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet