Perdagangan Rp2.800 Triliun, RI Buka KJRI di Chengdu Bidik Pusat Ekonomi China Barat

LintasWarganet.com – 20 April 2026 | Pemerintah Indonesia memperluas jaringan diplomasi ekonomi di Republik Rakyat Tiongkok dengan meluncurkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan. Pembukaan konsulat ini sejalan dengan peningkatan nilai perdagangan bilateral yang mencapai sekitar Rp2.800 triliun pada tahun terakhir.

Chengdu, yang dikenal sebagai pusat ekonomi barat China, menawarkan akses strategis ke pasar-pasar provinsi sekitarnya serta jalur logistik yang menghubungkan wilayah interior dengan pelabuhan-pelabuhan di pesisir. Dengan kehadiran KJRI, Indonesia berharap dapat memperkuat hubungan dagang, mempermudah proses perizinan, dan menarik lebih banyak investasi di sektor pertanian, energi, serta teknologi.

Berikut rangkuman data perdagangan Indonesia‑China dalam tiga tahun terakhir:

Tahun Nilai Perdagangan (Rp Triliun)
2021 2.300
2022 2.600
2023 2.800

Selain meningkatkan volume perdagangan, konsulat baru ini akan berperan sebagai pusat layanan bagi WNI, memfasilitasi kegiatan bisnis, serta mendukung program promosi budaya Indonesia di kawasan barat China.

Pejabat Kementerian Luar Negeri menekankan bahwa pembukaan KJRI di Chengdu merupakan langkah konkret untuk memperdalam kerja sama ekonomi regional, terutama dalam bidang infrastruktur, energi terbarukan, dan produk agrikultur dengan nilai tambah tinggi.