Layangkan Tendangan Kungfu di EPA Liga 1 U20, Sahroni Minta Pemain Bhayangkara FC Dipidana dan Dipecat

LintasWarganet.com – 20 April 2026 | Pada pertandingan EPA Liga 1 U20 yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, seorang pemain Bhayangkara FC melakukan aksi yang mengejutkan dunia sepak bola muda Indonesia. Dalam sebuah duel intens, pemain tersebut menendang lawannya dengan gerakan yang menyerupai tendangan kungfu, menimbulkan cedera serius pada pemain lawan.

Insiden tersebut segera memicu protes keras dari berbagai pihak, termasuk sahabat sepak bola dan pejabat publik. Salah satu suara yang paling menonjol datang dari Bupati Sahroni, yang menyatakan kekecewaannya secara tegas. Menurut Sahroni, tindakan tersebut bukan lagi bagian dari olahraga, melainkan tindakan penganiayaan yang harus diproses secara hukum.

  • Meminta pemain Bhayangkara FC diproses secara pidana sesuai dengan Kitab Undang‑Undang Hukum Pidana (KUHP) karena mengakibatkan luka serius.
  • Menuntut klub Bhayangkara FC memecat pemain bersangkutan secara langsung, tanpa menunggu proses internal klub.
  • Mengajak PSSI untuk meninjau kembali regulasi disiplin guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Pihak Bhayangkara FC belum memberikan pernyataan resmi, namun sejumlah analis memperkirakan klub tersebut akan melakukan investigasi internal. Sementara itu, Komite Disiplin PSSI diperkirakan akan membuka kasus ini dalam waktu dekat, dengan kemungkinan sanksi berat seperti larangan bermain, denda, atau pemutusan kontrak.

Insiden ini menimbulkan pertanyaan lebih luas tentang keamanan dan etika dalam kompetisi usia muda. Beberapa pengamat menekankan pentingnya pelatihan mental serta penanaman nilai sportivitas sejak dini, agar aksi agresif berlebihan tidak lagi terjadi di lapangan.

Jika tuntutan Sahroni diterima, kasus ini dapat menjadi preseden penting bagi penegakan hukum dalam dunia sepak bola Indonesia, menegaskan bahwa kekerasan tidak dapat dibiarkan sebagai bagian dari kompetisi.