LintasWarganet.com – 20 April 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengumumkan perluasan program digitalisasi bertajuk “Jaksa Garda Desa” atau “Jaga Desa”. Program ini ditujukan untuk memperkuat mekanisme pengawasan gizi di tingkat desa, khususnya dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan Masyarakat Berbasis Gizi (MBG).
Berikut adalah beberapa komponen utama yang akan diintegrasikan dalam rangkaian baru “Jaga Desa”:
- Aplikasi Mobile “Jaga Desa”: Memungkinkan kader desa memasukkan data gizi secara langsung di lapangan, termasuk status gizi balita, ibu hamil, dan lansia.
- Dashboard Pengawasan MBG: Menyajikan visualisasi data secara terpusat, sehingga BGN serta pemerintah daerah dapat memantau tren gizi secara cepat.
- Sistem Notifikasi: Mengirim peringatan otomatis kepada petugas kesehatan desa ketika terdapat anomali atau peningkatan kasus gizi buruk di wilayah tertentu.
- Pelatihan Digital bagi Kader Desa: Menyediakan modul e‑learning untuk meningkatkan kompetensi penggunaan teknologi dalam pemantauan gizi.
Pengembangan sarana ini diharapkan dapat mempercepat respons terhadap permasalahan gizi, mengurangi kesenjangan data, serta meningkatkan akurasi laporan yang dikirimkan ke tingkat provinsi dan nasional.
Dadan Hindayana menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, serta sektor swasta dalam mendukung infrastruktur digital ini. “Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran aktif kader desa yang menjadi garda terdepan dalam pemantauan gizi,” ujar ia.
Program “Jaga Desa” dijadwalkan akan diimplementasikan secara bertahap mulai kuartal kedua tahun ini, dengan pilot project di 15 desa terpilih di beberapa provinsi. Evaluasi awal akan dilakukan setelah enam bulan pelaksanaan untuk menilai efektivitas dan menyesuaikan fitur yang diperlukan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet