Heboh Dana Jemaat Paroki Aek Nabora Rp 28 Miliar Digelapkan, BNI Tegaskan Dana Nasabah Lainnya Tetap Aman

LintasWarganet.com – 19 April 2026 | Bank Negara Indonesia (BNI) kembali menjadi sorotan publik setelah terungkap adanya dugaan penyelewengan dana sebesar Rp 28 miliar yang berasal dari jemaat Paroki Aek Nabora, sebuah gereja Katolik di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kasus ini memicu keresahan di kalangan nasabah dan masyarakat luas mengenai keamanan dana di perbankan.

Menanggapi kejadian ini, BNI mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa dana nasabah lain tetap aman. Pihak bank menambahkan bahwa kasus ini merupakan insiden terpisah yang tidak mencerminkan kondisi operasional secara keseluruhan.

Langkah-langkah yang diambil BNI

  • Melakukan audit menyeluruh terhadap semua transaksi yang terkait dengan rekening korporasi terkait.
  • Menindaklanjuti temuan dengan melaporkan kepada otoritas hukum dan regulator keuangan.
  • Menguatkan prosedur verifikasi dan otorisasi internal untuk mencegah penyalahgunaan di masa depan.
  • Memberikan penjelasan terbuka kepada nasabah melalui media resmi dan layanan pelanggan.

Selain itu, BNI berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Reaksi gereja Paroki Aek Nabora pun muncul, dengan pimpinan gereja menyatakan keprihatinan mendalam atas penyalahgunaan dana yang semula dialokasikan untuk kegiatan sosial, pendidikan, dan pembangunan gereja. Mereka menegaskan komitmen untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam mengusut tuntas kasus ini.

Kasus ini menimbulkan pertanyaan lebih luas tentang tata kelola keuangan institusi keagamaan dan perlunya pengawasan yang lebih ketat. Para ahli keuangan menyarankan agar organisasi keagamaan meningkatkan transparansi dengan melibatkan auditor independen secara rutin.

BNI menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali komitmen untuk melindungi kepentingan nasabah, memperkuat sistem kontrol internal, dan terus meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan perbankannya.