LintasWarganet.com – 19 April 2026 | Jakarta, 26 April 2024 – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lutfi, menegaskan bahwa kenaikan harga LPG 12 kg bersifat nonsubsidi dan ditujukan bagi konsumen dengan daya beli tinggi. Sementara itu, harga LPG 3 kg yang masih bersubsidi dipastikan tetap stabil dan pasokan negara tetap terjaga.
Berikut rangkaian penjelasan Bahlil dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (26/04):
- Target kebijakan nonsubsidi: LPG 12 kg yang tidak mendapatkan subsidi pemerintah diarahkan kepada rumah tangga atau usaha dengan pengeluaran energi yang signifikan, yang biasanya berada pada segmen menengah ke atas.
- Alasan penyesuaian harga: Kenaikan harga bahan baku internasional, biaya produksi, serta nilai tukar rupiah yang melemah menjadi faktor utama yang mendorong penyesuaian tarif jual LPG 12 kg.
- Komitmen harga subsidi: Harga LPG 3 kg tetap pada level subsidi yang telah ditetapkan pemerintah, dengan tujuan menjaga daya beli konsumen berpenghasilan rendah.
- Pasokan terjamin: Pemerintah terus memantau stok nasional serta impor LPG untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan di pasar domestik.
Dalam penjelasannya, Bahlil juga menyinggung pentingnya efisiensi penggunaan energi di kalangan rumah tangga. Ia mengajak konsumen untuk memanfaatkan tabung LPG secara optimal, misalnya dengan tidak meninggalkan sisa gas berlebih dan melakukan perawatan regulator secara rutin.
Selain itu, kementerian telah menyiapkan mekanisme penyesuaian tarif secara periodik, yang akan dikaji setiap kuartal berdasarkan fluktuasi pasar internasional dan kondisi ekonomi domestik. Hal ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi produsen, distributor, serta konsumen akhir.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berupaya menyeimbangkan antara keberlanjutan pasokan energi, perlindungan konsumen berpendapatan rendah, serta pengelolaan fiskal yang lebih efisien.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet