Komite II DPD RI Dukung Penguatan Inseminasi Buatan Kementan untuk Mutu Genetik Ternak

LintasWarganet.com – 19 April 2026 | Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Kementerian Pertanian memperkuat program Inseminasi Buatan (IB) dengan tujuan meningkatkan kualitas genetik ternak nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja yang dihadiri oleh anggota komite serta pejabat Kementan pada hari Selasa, 16 April 2026.

Anggota Komite II menekankan pentingnya peran IB sebagai teknologi strategis untuk memperbaiki produktivitas dan daya saing sektor peternakan. Mereka menyoroti bahwa peningkatan mutu genetik dapat menurunkan biaya produksi, mempercepat pertumbuhan ternak, serta meningkatkan hasil daging, susu, dan telur.

Beberapa poin utama yang disepakati dalam pertemuan antara lain:

  • Peningkatan fasilitas laboratorium dan bank sperma nasional.
  • Pembiayaan khusus bagi peternak kecil untuk mengakses layanan IB.
  • Pelatihan intensif bagi tenaga teknis dan peternak tentang prosedur IB modern.
  • Pengembangan kemitraan antara institusi riset, universitas, dan perusahaan swasta dalam penelitian genetik ternak.

Untuk menindaklanjuti komitmen tersebut, Kementerian Pertanian merencanakan penyusunan roadmap lima tahun yang mencakup target peningkatan persentase penggunaan IB di sektor sapi, kambing, dan domba. Berikut adalah contoh target yang diusulkan:

Sektor Ternak Target Penggunaan IB (%) 2026 Target 2031
Sapi 30% 55%
Kambing 25% 45%
Domba 20% 40%

Komite II juga mengusulkan pembentukan tim pengawas independen untuk memantau kualitas sperma dan kepatuhan standar biosekuriti. Tim tersebut diharapkan dapat menjamin bahwa proses IB tidak menimbulkan risiko kesehatan pada ternak maupun manusia.

Dengan dukungan legislatif ini, diharapkan kebijakan IB dapat diintegrasikan ke dalam program pembangunan pertanian berkelanjutan, sehingga meningkatkan kesejahteraan peternak dan kontribusi sektor peternakan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.