Kemhan Masih Kajian Rencana Tambahan 24 Jet Tempur Rafale

LintasWarganet.com – 19 April 2026 | Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyatakan bahwa rencana penambahan 24 unit jet tempur Rafale ke dalam armada Angkatan Udara masih berada dalam tahap kajian. Keputusan tersebut akan menentukan apakah total pesanan pesawat tempur buatan Prancis ini akan meningkat menjadi 66 unit.

Penambahan 24 unit ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan awal yang menandai 42 unit Rafale yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada masa ia menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Jika opsi tersebut terealisasi, total pesanan akan naik menjadi 66 unit, memperkuat kemampuan pertahanan udara Indonesia.

Beberapa faktor yang sedang dipertimbangkan meliputi:

  • Anggaran: Evaluasi sumber pembiayaan, termasuk kemungkinan skema pembiayaan melalui leasing atau kerja sama industri.
  • Kebutuhan operasional: Analisis kebutuhan taktis dan strategis TNI AU, termasuk penggantian pesawat usia tua dan penambahan kemampuan multirole.
  • Waktu pengiriman: Penjadwalan produksi dan serah terima yang dapat mempengaruhi jadwal modernisasi angkatan udara.
  • Integrasi sistem: Penyesuaian dengan platform pendukung seperti sistem radar, komunikasi, dan pemeliharaan.

Dalam sebuah pernyataan resmi, juru bicara Kemhan menegaskan bahwa proses kajian akan melibatkan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Keuangan dan perusahaan pertahanan dalam negeri, guna memastikan bahwa keputusan akhir sejalan dengan prioritas keamanan nasional.

Berikut rangkuman perkembangan terkait pembelian Rafale:

Tahap Jumlah Jet Status
Kesepakatan awal (2022) 42 unit Ditandatangani
Rencana tambahan 24 unit Masih dalam kajian
Total potensial 66 unit Jika disetujui

Penguatan armada Rafale diharapkan dapat meningkatkan kesiapan operasional TNI AU dalam menghadapi tantangan keamanan regional, termasuk peningkatan kemampuan pertahanan udara dan serangan presisi.

Keputusan akhir diperkirakan akan diumumkan setelah evaluasi menyeluruh selesai, dengan mempertimbangkan faktor fiskal, teknis, dan strategis.