LintasWarganet.com – 18 April 2026 | Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai video ceramah yang diunggah oleh kelompok Maluku-Poso menjadi viral secara tidak wajar setelah ia melaporkan aktivis Rismon Sianipar ke pihak berwenang. JK menyatakan bahwa fenomena tersebut berpotensi menjadi upaya mengalihkan perhatian publik dari laporan hukum yang sedang ia jalankan.
JK menegaskan bahwa ia tidak menutup kemungkinan adanya koordinasi antara pihak-pihak tertentu dengan tujuan memanfaatkan viralitas video sebagai “pengalihan isu”. Ia menambahkan:
“Jika ada yang ingin mengalihkan fokus publik, mereka akan mencari cara yang paling efektif. Video ini muncul tepat pada saat saya mengajukan laporan, sehingga menimbulkan pertanyaan legitime,”
Beberapa pengamat politik menilai bahwa fenomena serupa pernah terjadi dalam dinamika politik Indonesia, di mana viralitas konten digital sering dimanfaatkan untuk melunakkan sorotan media terhadap isu‑isu sensitif.
- Timeline singkat:
- 12 Mei 2024 – JK mengajukan laporan resmi terhadap Rismon Sianipar.
- 13 Mei 2024 – Video ceramah Maluku‑Poso mulai beredar dan menjadi trending di beberapa platform.
- 14 Mei 2024 – JK memberikan keterangan kepada media mengenai dugaan pengalihan isu.
- Reaksi publik:
- Beberapa netizen menilai video tersebut memang relevan dengan konteks keagamaan.
- Kelompok lain mencurigai adanya motivasi politik di balik penyebaran cepat video.
Di samping itu, JK juga menanggapi isu mengenai ijazah Presiden Joko Widodo yang belakangan menjadi bahan perdebatan di media sosial. Ia mengingatkan bahwa perdebatan semacam itu dapat memecah belah masyarakat dan mengalihkan energi publik dari persoalan yang lebih mendesak, seperti penegakan hukum dan persatuan bangsa.
JK menutup dengan harapan agar media dan masyarakat dapat menilai fakta secara objektif, tanpa terpengaruh oleh strategi manipulasi digital yang semakin canggih.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet