LintasWarganet.com – 18 April 2026 | Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah bukanlah tindakan anti‑pemerintah melainkan wujud kepedulian pada negara. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang dihadiri media nasional pada hari Rabu, 17 April 2024.
“Kritik yang konstruktif adalah wujud cinta kepada tanah air,” ujar Hasto. Ia menambahkan bahwa demokrasi Indonesia memberi ruang bagi semua pihak, termasuk partai politik oposisi, untuk mengajukan masukan, mengkritik, dan memberikan alternatif kebijakan yang lebih baik.
- Berbasis data dan fakta: Argumen harus didukung oleh bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Tujuan membangun: Kritik harus diarahkan pada perbaikan kebijakan, bukan sekadar menjatuhkan pihak tertentu.
- Sopan dan tidak memecah belah: Penyampaian harus mengedepankan bahasa yang menghormati institusi negara.
Ia juga menyinggung beberapa kebijakan pemerintah yang tengah menuai sorotan publik, seperti penanganan inflasi, reformasi birokrasi, dan program infrastruktur. PDIP berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan kebijakan tersebut melalui dialog konstruktif dengan pemerintah.
Hasto menutup sambutan dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersikap kritis namun tetap patriotik. “Kita semua mencintai Indonesia, oleh karena itu mari kita gunakan hak kritik dengan bijak demi kemajuan bersama,” tuturnya.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet