LintasWarganet.com – 18 April 2026 | Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa perayaan Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu di Bali memiliki nilai yang sangat relevan dalam era modern yang dipenuhi dengan kebisingan dan informasi yang berlebih.
Ia menambahkan bahwa dalam konteks global yang terus bergerak cepat, nilai‑nilai yang terkandung dalam Nyepi—seperti kesunyian, refleksi diri, dan penghormatan terhadap alam—dapat menjadi contoh praktis bagi semua kalangan, tidak hanya umat Hindu.
- Kebisingan digital: Dengan maraknya media sosial dan perangkat elektronik, Nyepi menawarkan jeda alami dari aliran informasi yang terus‑menerus.
- Keseimbangan mental: Hari hening membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.
- Pelestarian budaya: Praktik tradisional seperti ogoh‑ogoh dan melasti tetap dipertahankan, sekaligus menumbuhkan rasa identitas nasional.
Pratikno juga menekankan pentingnya dukungan seluruh elemen bangsa dalam melestarikan tradisi Nyepi, termasuk pemerintah daerah, lembaga kebudayaan, dan masyarakat umum. Ia mengajak semua pihak untuk melihat Nyepi sebagai sarana memperkuat nilai‑nilai kemanusiaan yang universal, seperti toleransi, kedamaian, dan rasa hormat terhadap keragaman.
Dengan demikian, Nyepi tidak hanya menjadi warisan budaya Bali, melainkan juga menjadi contoh hidup yang dapat diadaptasi oleh masyarakat Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman yang serba cepat dan bising.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet