LintasWarganet.com – 16 April 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan pada Kamis, 16 April 2024, bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi hingga akhir tahun 2026. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, sekaligus menjawab spekulasi publik mengenai kemungkinan penyesuaian harga bahan bakar.
Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain:
- Kebijakan harga stabil: Pemerintah berkomitmen menjaga harga BBM subsidi tetap pada level yang sudah ditetapkan, sebagai upaya melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah.
- Alokasi anggaran: Pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus untuk subsidi BBM selama tiga tahun ke depan, dengan estimasi total sekitar 90 triliun rupiah.
- Target inflasi: Stabilitas harga BBM diharapkan dapat menahan tekanan inflasi, khususnya pada sektor transportasi dan logistik.
- Pengawasan ketat: Kementerian ESDM akan meningkatkan pengawasan distribusi BBM subsidi agar tidak terjadi penyalahgunaan atau kebocoran.
Berikut perkiraan alokasi anggaran subsidi BBM yang direncanakan pemerintah untuk periode 2024‑2026:
| Tahun | Alokasi Subsidi (Triliun Rupiah) |
|---|---|
| 2024 | 33 |
| 2025 | 30 |
| 2026 | 27 |
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat menstabilkan biaya transportasi, mengurangi beban rumah tangga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Bahlil juga menegaskan bahwa kebijakan tidak akan berubah kecuali ada kondisi eksternal yang sangat mendesak, seperti krisis energi global.
Para pengamat ekonomi menyambut baik langkah tersebut, namun tetap mengingatkan pentingnya reformasi struktural di sektor energi untuk mengurangi ketergantungan pada subsidi dalam jangka panjang.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet