Harga Avtur Meroket, Pertamina Siapkan Alternatif dari Minyak Jelantah

LintasWarganet.com – 16 April 2026 | Harga avtur (bahan bakar aviasi) mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir, memicu kekhawatiran di kalangan maskapai penerbangan dan pemerintah. Kenaikan ini dipicu oleh kombinasi faktor global, termasuk naiknya harga minyak mentah, fluktuasi nilai tukar, serta gangguan rantai pasok pasca‑pandemi.

Untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil konvensional, Pertamina meluncurkan program produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis minyak jelantah di Kilang Cilacap. Minyak jelantah yang biasanya menjadi limbah kini diproses menjadi bahan bakar aviasi yang memenuhi standar internasional, seperti ASTM D7566.

Proses produksi SAF dari minyak jelantah

  1. Pengumpulan minyak jelantah dari restoran, hotel, dan fasilitas pengolahan limbah.
  2. Pra‑pembersihan untuk menghilangkan kontaminan seperti air dan partikel padat.
  3. Proses transesterifikasi untuk mengubah trigliserida menjadi ester metil.
  4. Hidrogenasi lanjutan guna menghasilkan hidrokarbon dengan sifat mirip avtur.
  5. Pengujian kualitas sesuai standar internasional sebelum distribusi.

Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa SAF yang dihasilkan memiliki emisi karbon hingga 80 % lebih rendah dibandingkan avtur konvensional, sekaligus menjaga performa mesin pesawat. Produk tersebut kini siap didistribusikan ke maskapai penerbangan domestik.

Implementasi SAF di Indonesia diharapkan dapat menurunkan beban biaya operasional maskapai, mengurangi ketergantungan pada impor avtur, dan mendukung target net‑zero emission nasional pada 2060.