Gedung Putih: China Jamin Presiden Trump Tidak Akan Pasok Senjata ke Iran

LintasWarganet.com – 16 April 2026 | Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi pada Rabu bahwa Presiden China Xi Jinping telah memberikan jaminan secara pribadi kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa Beijing tidak akan mengirimkan senjata apapun ke Republik Islam Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang menanggapi spekulasi mengenai kemungkinan peningkatan bantuan militer China kepada Tehran, terutama setelah tekanan internasional yang semakin kuat terhadap program nuklir Iran.

Leavitt menegaskan bahwa jaminan ini merupakan bagian dari dialog bilateral yang berlangsung secara intensif selama beberapa minggu terakhir, dimana kedua negara berupaya mengurangi ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Berikut beberapa poin penting yang diungkapkan dalam pernyataan tersebut:

  • China berkomitmen untuk tidak menyalurkan senjata konvensional maupun komponen militer kritis ke Iran.
  • Jaminan tersebut diberikan secara langsung oleh Presiden Xi kepada Presiden Trump dalam pertemuan tingkat tinggi.
  • Washington menilai langkah ini sebagai upaya mengurangi risiko eskalasi militer antara Iran dan sekutu‑sekutunya di kawasan.
  • China menegaskan posisi netralnya dalam perselisihan nuklir Iran, namun menolak sanksi tambahan yang dapat mengganggu hubungan ekonomi regional.

Dalam konteks geopolitik yang lebih luas, pernyataan ini mencerminkan dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan China, dimana kedua kekuatan besar tersebut terus bersaing untuk mempengaruhi arah kebijakan keamanan di Timur Tengah.

Para pengamat menilai bahwa jaminan China dapat memberikan ruang napas bagi diplomasi multilateral, termasuk upaya kembali ke kesepakatan 2015 (JCPOA) yang sebelumnya dibatalkan oleh Presiden Trump pada tahun 2018.

Namun, tetap ada kekhawatiran bahwa meski tidak ada pasokan senjata langsung, China masih dapat menyediakan dukungan teknis atau material lain yang dapat memperkuat kemampuan militer Iran secara tidak langsung.

Gedung Putih menutup pernyataan dengan menegaskan bahwa Amerika Serikat akan terus memantau situasi dan menyesuaikan kebijakan luar negerinya sesuai dengan perkembangan di lapangan.