LintasWarganet.com – 16 April 2026 | Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk mempercepat pembangunan hunian tetap bagi warga yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Bencana tersebut meluluhlantakkan ribuan rumah dan menimpa lebih dari 30.000 jiwa di beberapa kabupaten.
Dalam rangka menanggapi kebutuhan mendesak, pemerintah provinsi telah mengeluarkan serangkaian langkah strategis yang meliputi pembentukan tim khusus, alokasi anggaran, serta kerja sama lintas sektor. Berikut poin‑poin utama dari program percepatan pembangunan hunian tetap:
- Pembentukan Tim Koordinasi Bencana (TKB): Tim yang terdiri dari perwakilan Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta perwakilan LSM setempat.
- Anggaran Awal: Rp 850 miliar dialokasikan untuk fase pertama, mencakup perencanaan, pengadaan lahan, dan pembangunan 2.500 unit rumah.
- Kerja Sama dengan Swasta: Mengundang partisipasi perusahaan konstruksi nasional melalui skema Public‑Private Partnership (PPP).
- Timeline Pembangunan: Target selesai 80% rumah pada akhir 2026, sisanya pada pertengahan 2027.
Berikut perkiraan jadwal pembangunan hunian tetap selama dua tahun ke depan:
| Bulan | Unit Rumah Selesai |
|---|---|
| Juli‑Desember 2025 | 500 |
| Januari‑Juni 2026 | 1.000 |
| Juli‑Desember 2026 | 1.000 |
| Januari‑Juni 2027 | 500 |
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan program pendampingan sosial, termasuk pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha kecil, dan layanan kesehatan bagi korban. Bobby Nasution menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan agar rumah yang dibangun sesuai dengan kebutuhan dan budaya setempat.
Dengan langkah terkoordinasi ini, diharapkan warga yang kehilangan tempat tinggal dapat kembali memiliki hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan daerah terhadap bencana di masa mendatang.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet