Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Klub Malam Jaksel, Sebaran Rp 3 Miliar Disita!
Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Klub Malam Jaksel, Sebaran Rp 3 Miliar Disita!

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Klub Malam Jaksel, Sebaran Rp 3 Miliar Disita!

LintasWarganet.com – 16 April 2026 | Polisi Metro Jakarta Selatan melancarkan operasi gabungan pada Senin (15/4/2026) yang menembus jaringan penyedia narkoba ke sebuah tempat hiburan malam di kawasan Kemang. Dalam satu malam, tim Satreskrim, Satnarkoba, dan satuan khusus lainnya berhasil menahan lima tersangka utama serta menyita barang bukti senilai tiga miliar rupiah, termasuk sabu, gas nitrous oxide merek “Whip Pink“, serta sejumlah minuman keras.

Rangkaian Penggerebekan

Operasi dimulai setelah intelijen menerima laporan tentang peredaran sabu dan gas N2O yang dijual kepada remaja serta pengunjung klub malam. Tim penyidik melakukan pengintaian selama dua minggu, mencatat pergerakan kendaraan dan transaksi di media daring. Pada dini hari, petugas menyusup ke lokasi, mengamankan pintu masuk, dan melakukan penggeledahan menyeluruh.

Hasil penggeledahan mengungkapkan barang bukti sebagai berikut:

  • Dua paket klip sabu total 1,48 gram
  • Sepuluh botol minuman keras arak Bali
  • Tujuh buah celurit berukuran hingga 1,5 meter
  • Duabelas tabung gas nitrous oxide (N2O) bermerek “Whip Pink” dengan varian rasa pisang, mangga, dan semangka
  • Uang tunai dan kartu kredit senilai Rp 3 miliar

Kelima tersangka yang ditangkap meliputi satu pengedar utama yang mengkoordinasikan pasokan dari jaringan yang sebelumnya terungkap dalam operasi “Whip Pink” di tiga wilayah Jakarta. Dua tersangka lainnya adalah remaja yang sebelumnya terlibat dalam tawuran di Tamansari, Jakarta Barat, dan diketahui menjual sabu dalam jumlah kecil kepada teman sebaya. Dua lainnya merupakan oknum yang terlibat dalam aksi begal terhadap petugas pemadam kebakaran dan terbukti positif narkoba pada tes urine.

Hubungan Antara Narkoba dan Kekerasan Remaja

Kanit Reskrim Polsek Metro Tamansari AKP Egy Irwansyah menegaskan adanya pola serupa antara penggunaan narkoba dan aksi kekerasan. “Kami menemukan bahwa remaja yang terlibat tawuran tidak hanya membawa senjata tajam, tetapi juga mengonsumsi sabu dan minuman keras untuk meningkatkan keberanian,” ujar Egy dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa jaringan penyedia sabu kepada remaja tersebut masih dalam penyelidikan lanjutan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan bahwa lima pelaku begal yang ditangkap di Pluit pada 13/4/2026 menunjukkan tren yang sama: penggunaan narkoba sebagai pendorong aksi kriminal. “Semua laki-laki yang terlibat, termasuk dua saksi, terbukti positif narkoba,” kata Roby.

Langkah Penanggulangan Selanjutnya

Polisi menegaskan bahwa operasi ini hanya bagian dari rangkaian upaya untuk memutus rantai distribusi narkoba, baik jenis sabu maupun gas N2O. Bareskrim Polri akan memperluas penyelidikan ke 16 gudang yang tersebar di 10 kota, termasuk Bandung, Makassar, dan Surabaya, yang sebelumnya teridentifikasi dalam kasus “Whip Pink”.

Koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) juga akan diperdalam untuk menindak tegas produsen dan penjual gas nitrous oxide ilegal, yang menurut data BNN menghasilkan omzet miliaran rupiah setiap bulannya. Penegakan hukum ini diharapkan menjadi efek jera bagi jaringan kriminal yang memanfaatkan tempat hiburan malam sebagai pintu gerbang penyebaran zat adiktif.

Dengan penyitaan senilai Rp 3 miliar dan penangkapan lima otak jaringan, aparat berharap dapat melindungi masyarakat, khususnya pengunjung klub malam di Jakarta Selatan, dari bahaya narkoba yang semakin canggih dan tersembunyi.