Pasporgate Mengguncang Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda dan Belgia, Masa Depan Karier di Genggaman Regulasi
Pasporgate Mengguncang Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda dan Belgia, Masa Depan Karier di Genggaman Regulasi

Pasporgate Mengguncang Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda dan Belgia, Masa Depan Karier di Genggaman Regulasi

LintasWarganet.com – 15 April 2026 | Isu paspor atau yang sempat dijuluki “pasporgate” kembali mencuat setelah laporan dari klub NAC Breda kepada KNVB menuduh Go Ahead Eagles menurunkan pemain yang tidak memiliki izin kerja sah, yakni Dean James. Dugaan pelanggaran tersebut menimbulkan gelombang keprihatinan tidak hanya di Liga Eredivisie, tetapi juga meluas ke Liga Belgia, mengancam pemain-pemain Timnas Indonesia yang berkarier di kedua negara.

Kasus ini berawal dari tuduhan bahwa Dean James, yang memegang paspor Indonesia sejak Maret 2025, tidak memiliki dokumen izin kerja yang sah di Belanda. KNVB kemudian melakukan penyelidikan, sementara klub Go Ahead Eagles serta pemain terkait menunggu keputusan akhir. Dampak langsungnya adalah tim-tim yang memiliki pemain keturunan Indonesia harus meninjau kembali status registrasi mereka, mengingat regulasi kerja asing di Eropa sangat ketat.

Reaksi Pemain dan Klub

Beberapa pemain Timnas Indonesia yang berlabuh di Liga Belanda dan Belgia merasakan ketegangan administratif ini. Joey Pelupessy, gelandang berusia 32 tahun yang kini membela Lommel SK di Liga Belgia, dilaporkan sudah kembali berlatih bersama tim setelah klarifikasi dokumen. Meskipun tidak terlibat langsung dalam kasus Dean James, Pelupessy menegaskan pentingnya kepastian administratif untuk dapat fokus pada performa di lapangan.

Di sisi lain, striker VVV Venlo asal Belanda, Dean Zandbergen, yang memiliki darah Indonesia dari ibunya yang berasal dari Depok, Jawa Barat, tetap berambisi memperkuat Timnas Indonesia. Dalam wawancara dengan kanal YouTube FC AFKICKEN pada 8 April 2026, Zandbergen mengaku bersyukur belum memiliki paspor Indonesia pada puncak krisis, sehingga terhindar dari sorotan. Ia menegaskan tekadnya untuk naturalisasi dan bergabung ke tim nasional, sekaligus menyadari bahwa proses administrasi yang jelas akan menjadi kunci kelancaran transisi.

Pengaruh Terhadap Klub

Pelatih Johnny Jansen, yang juga melatih Bali United, mengungkapkan kebingungan atas penyerangan media terkait pasporgate. Jansen menekankan bahwa regulasi paspor pemain keturunan harus dipertegas agar klub tidak terpaksa kehilangan pemain penting di tengah kompetisi. Ia menambahkan bahwa ketidakpastian status kerja dapat memengaruhi strategi transfer dan susunan tim, terutama bagi klub-klub yang mengandalkan pemain diaspora Indonesia.

Secara umum, situasi ini menimbulkan dilema bagi klub-klub Belanda dan Belgia yang ingin memanfaatkan talenta keturunan Indonesia namun harus memastikan kepatuhan terhadap aturan KNVB serta federasi sepak bola Belgia. Beberapa klub, termasuk Willem II yang menampung Nathan Tjoe‑A‑On, serta Fortuna Sittard yang pernah mengaitkan nama Justin Hubner, telah meninjau kembali kebijakan internal terkait perekrutan pemain dengan latar belakang ganda.

Statistik Pemain Indonesia di Eropa

Pemain Klub Posisi Penampilan 2025/2026 Gol
Joey Pelupessy Lommel SK Gelandang 18 2
Dean Zandbergen VVV Venlo Striker 32 13
Dean James Go Ahead Eagles Penyerang 21 5

Data di atas menunjukkan kontribusi signifikan pemain keturunan Indonesia dalam kompetisi domestik, meski berada di tengah gejolak administratif.

Langkah Penyelesaian dan Prospek Kedepan

  • KNVB telah menyatakan tidak menjatuhkan sanksi kepada klub atau pemain terkait kasus Dean James, namun tetap memantau kepatuhan dokumen.
  • Pihak PSSI diharapkan berkoordinasi dengan federasi Eropa untuk mempercepat proses naturalisasi bagi pemain yang memenuhi syarat.
  • Klub-klub di Belgia dan Belanda perlu menyiapkan kebijakan internal yang jelas mengenai verifikasi izin kerja dan paspor pemain asing.

Jika regulasi segera diperjelas, pemain seperti Pelupessy dan Zandbergen dapat melanjutkan karier mereka tanpa khawatir terhambat oleh birokrasi. Pada saat yang sama, Timnas Indonesia berpotensi memperoleh tambahan kekuatan di lini tengah dan depan, memperkuat skuad jelang turnamen regional seperti Piala AFF 2026.

Kesimpulannya, pasporgate menyoroti pentingnya sinergi antara federasi sepak bola, klub, dan otoritas imigrasi untuk melindungi hak pemain sekaligus menjaga integritas kompetisi. Kejelasan regulasi tidak hanya akan menenangkan kekhawatiran pemain, tetapi juga membuka peluang bagi Timnas Indonesia memanfaatkan talenta diaspora secara optimal.